Categories: Nasional

Mencari Nafkah Berkeliling dengan APD

Seorang bocah laki-laki mendorong kursi roda yang membawa ibunya saat menyusuri Jalan KH Ahad Dahlan. Ibu dan anak itu mengenakan face shield. Di tengah hingar bingar keramaian arus lalu lintas di jalan, mereka menjajakan aneka keripik.

(RIAUPOS.CO) – Novriyanti (34) sebenarnya tak ingin melibatkan anaknya yang masih bocah untuk turut berkeliling berjualan keripik. Tapi, sejak dirinya terkena diabetes dan mengharuskan kaki kanannya diamputasi pada 2017, anak semata wayangnya itu mulai membantunya.

“Dulunya berjualan di kantin sekolah. Namun, sejak sakit gula, kaki bagian kanan harus diamputasi,” sebut Novriyanti yang ditemui sedang menyusuri Jalan KH Ahmad Dahlan, Sukajadi, Sabtu (20/6).

Berbagai macam keripik tertata rapi di keranjang jualannya berwarna merah. Ada keripik tempe, ubi, pisang dan opak. Harganya bervariasi tergantung ukuran. Mulai dari Rp2.000 hingga Rp12 ribu. Keripik-keripik tersebut hasil buatannya sendiri. Adapula titipan orang. Keranjang jualannya muat membawa 25 sampai 30 bungkus keripik.

Wanita yang tinggal di Jalan Durian itu mengisahkan, ia berjualan setiap hari ditemani anak semata wayangnya. Mulai Senin sampai Sabtu berjualan setelah waktu Ashar sampai pukul 18.00 WIB di sepanjang Jalan Durian sampai Jalan Ahmad Dahlan. Bahkan dulunya, saat car free day (CFD), mereka Jalan Jenderal Sudirman. Bahkan bisa sampai ke Jalan Ronggowarsito.

“Kalau pas CFD berangkat dari rumah pukul 06.30 WIB. Jika CFD sudah mulai sepi, kami pun pulang. Lalu berjualan lagi setelah waktu Ashar,” ucapnya.

Meski tengah pandemi Covid-19,  Novriyanti mengaku harus tetap berjualan untuk menghidupi kehidupan mereka sehari-hari. Tapi ia juga harus melindungi anaknya Alif dari bahaya virus corona. Mereka mengenakan alat pelindung diri (APD).

“Sesuai imbauan pemerintah untuk melindungi diri. Anak saya biar senang ditambah mainan tembak-tembakan. Biar tidak bosan,” sebutnya. Disinggung bantuan saat Covid-19, dirinya mengaku kerap mendapat bantuan. “Alhamdulillah banyak yang membantu sembako. Lupa berapa kali,” tuturnya.

Tahun ini, anaknya yang bernama Alif akan masuk sekolah dasar (SD). Sehingga ia harus bekerja lebih keras lagi. Diakuinya, hasil penjualan sejak Covid-19 menurun. “Hasil jualan kalau dulu bisa Rp100 ribu. Sekarang Rp50 ribu sampai Rp70 ribu saja,” terangnya.(bersambung)

Laporan SOFIAH, Pekanbaru

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

24 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

24 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

2 hari ago