Categories: Nasional

Waduh…Anak Muda Potensial Jadi Pembawa Virus Corona

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan corona (Covid-19) Achmad Yurianto mengharapkan kelompok orang muda lebih memperhatikan dan konsisten melakukan social distancing. Itu karena karena mereka berpotensi membawa virus tanpa menunjukkan gejala terinfeksi virus sehingga akan rawan menularkan kepada orang lain.

"Terutama pada kelompok umur yang masih muda sering kali karena kondisi fisiknya, kondisi imunitasnya jauh lebih baik maka tidak memperhatikan menjaga jarak sehingga dia membawa virus ini tanpa gejala dan kemudian menularkan kepada keluarganya dan kita tahu di antara keluarga kita mungkin ada yang rentan," kata Yurianto dalam jumpa pers yang diadakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Ahad.

Dengan kondisi fisik yang lebih baik, bukan berarti orang muda menjadi tidak berhati-hati. Yurianto menuturkan agar yang sehat tetap menjaga dirinya sehat, sementara yang sakit melakukan isolasi diri agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain dan segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan dan dokter.

Di dalam keluarga, kemungkinan ditemui kelompok yang rentan terinfeksi corona. Di antaranya orang lanjut usia dan orang dengan memiliki penyakit-penyakit penyerta seperti diabetes yang sudah menahun, hipertensi, dan gagal ginjal.

Jika kelompok rentan ini tertular corona, maka mereka rentan masuk dalam kondisi yang berat dan tidak menutup kemungkinan untuk bisa memberikan ancaman kematian kepada jiwanya. Virus itu akan cepat memperburuk kondisi kelompok rentan tersebut karena daya tahan tubuh mereka yang menurun.

Sementara itu, kasus positif corona di Indonesia bertambah sebanyak 64 kasus menjadi 514 kasus, dengan angka kematian bertambah 10 orang menjadi 48 orang per pekan. "Ada penambahan kasus yang sembuh, sudah dua kali dites hasilnya negatif sebanyak sembilan orang, menjadi 29 orang," kata Yurianto.

Penambahan kasus sebanyak 64 kasus baru tersebut berasal dari DKI Jakarta (40 kasus), Jawa Barat (4 kasus), Jawa Tengah (1 kasus), Jawa Timur (15 kasus), Kalimantan Selatan (1 kasus), Maluku (1 kasus), dan yang terbaru adalah Papua (2 kasus).

Data tersebut sudah diserahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi untuk kemudian dilanjutkan ke rumah sakit, untuk lanjutan layanan rumah sakit. Kemudian diberikan kepada dinas setempat untuk kepentingan penelusuran kontak. (*)

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

44 Ribu Hektare Sawit PalmCo di Riau Dikelola dengan Skema Organik

PTPN IV PalmCo targetkan 44.000 hektare kebun sawit di Riau kelola pupuk organik dan perkuat…

16 jam ago

Setahun Agung–Markarius, Pekanbaru Berbenah Total dan Lebih Terarah

Setahun Agung–Markarius memimpin, Pekanbaru benahi infrastruktur, lingkungan, pendidikan hingga lunasi utang Rp470 miliar.

18 jam ago

Pemprov Riau Buka Posko THR, Perusahaan Wajib Bayar Paling Lambat 8 Maret

Pemprov Riau buka posko pengaduan THR. Perusahaan wajib bayar paling lambat 8 Maret 2026.

18 jam ago

Hukum Suntik Vaksin Meningitis saat Puasa Ramadan, Apakah Membatalkan?

memohon penjelasan: apakah diperbolehkan menjalani suntik vaksin meningitis pada siang hari dalam keadaan berpuasa?

18 jam ago

Penangkaran Walet Dikeluhkan, Lurah Siak Siap Koordinasi dengan Satpol PP

Warga Kampung Dalam Siak keluhkan suara bising penangkaran walet. Lurah telusuri izin dan siap gandeng…

19 jam ago

Puncak Arus Balik, Antrean Kendaraan Mengular di Dermaga Bengkalis

Arus balik Imlek 2577 di Pelabuhan Ro-Ro Bengkalis padat. Dishub siagakan empat kapal dan satu…

19 jam ago