Categories: Nasional

Alumni FK Unri Raih Gelar Doktor Predikat Cumlaude

Triwulan pertama 2021, masyarakat dihebohkan dengan kasus mantan atlet voli putri nasional, Aprilio Perkasa Manganang, yang berganti jenis kelamin menjadi laki-laki.

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

Sebelumnya, selama 28 tahun Aprilio hidup sebagai seorang perempuan dan sempat membela tim nasional voli putri di berbagai kejuaraan internasional dan bertugas sebagai anggota TNI AD.

Pada saat itu, KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa memfasilitasinya menjalani pemeriksaan perihal jenis kelaminnya secara mendetail. Hasilnya diketahui bahwa Aprilio mengidap hipospadia berat, suatu kelainan di mana letak lubang kencing tidak berada di ujung kemaluan. Selain itu, hipospadia sering dikaitkan dengan adanya chordee atau jaringan inelastis yang menyebabkan alat kelamin menjadi bengkok.

Tertarik dengan hal tersebut, seorang mahasiswa prog­ram doktor (S3) Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM dr Prahara Yuri SpU(K) melakukan penelitian.

"Hipospadia adalah penyakit bawaan lahir pada kemaluan luar laki-laki yang terbanyak kedua setelah penyakit undescencus testis (testis tidak turun)," katanya, Kamis (20/1).

Dijelaskan dr Yuri, kejadiannya berkisar 1 dari 200-300 kelahiran anak laki-laki. Ada banyak faktor yang menyebabkan munculnya hipospadia, yaitu faktor genetik, hormon endokrin ibu (khususnya esterogen, progestin dan kortikosteroid), faktor lingkungan (paparan zat yang mempengaruhi sistem endokrin janin seperti dioxin, pestisida yang mengandung organoklorida), makanan (fitoesterogen pada vegetarian), radiasi dan obat-obatan.

"Hingga saat ini, penjelasan pasti bagaimana munculnya hipospadia belum bisa dijelaskan. Hal inilah yang membuat saya tertarik untuk meneliti lebih lanjut peran-peran gen dalam alat elamin bengkok pada pasien hipospadi," ujarnya.

Hasilnya, demikian dokter spesialis urologi dengan keahlian khusus urologi anak ini menemukan adanya beberapa penurunan jumlah gen, seperti gen kolagen (COL1A1), Elastin, Fibrilin (FBN-1), dan Fibronektin pada pasien-pasien hipospadia dibandingkan normal.

Disertasi ini dipertahankan dalam ujian terbuka program doktoral secara daring pada 18 Januari 2022. Doktor yang menamatkan gelar sarjananya dari Universitas Riau angkatan 2004 ini adalah alumni Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Riau pertama yang meraih gelar doktor.

Ia melanjutkan pendidikan spesialis urologi di Universitas Indonesia. Aktif menulis dalam berbagai jurnal publikasi internasional dan mengikuti kegiatan ilmiah internasional.

"Saya berharap hasil disertasi ini dapat digunakan sebagai bahan dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya penyakit hipospadia dan menjadi acuan ahli bedah, dalam penanganan penis bengkok pada pasien hipospadia untuk menghasilkan luaran tatalaksana pasien yang lebih baik," ujar Dr dr Prahara Yuri SpU (K).(ade)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Sehari Dicari, Pegawai PNM Pelalawan Ditemukan Mengapung di Sungai Indragiri

Pegawai PNM Ukui, Ardi Yahya, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Indragiri, Inhu

1 jam ago

Piala Dunia Anak Regional Riau Tuntas, Ini Tim yang Lolos ke Bandung

Empat tim juara Regional Riau memastikan tiket ke Piala Dunia Anak Indonesia 2026 tingkat nasional…

3 jam ago

BPKAD Meranti Tegaskan Tak Pernah Terima Dana Reboisasi Puluhan Miliar

Pemkab Kepulauan Meranti membantah menerima Dana Reboisasi Rp23,15 miliar dan menegaskan hal itu tidak sesuai…

3 jam ago

Lebih dari 10 Titik Jalan di Bangkinang Diperbaiki Dinas PUPR Kampar

Dinas PUPR Kampar memperbaiki lebih dari 10 titik jalan di Bangkinang dan Bangkinang Kota demi…

12 jam ago

Pemkab Siak Bagikan 49 Ribu Seragam Gratis untuk Siswa Baru SD dan SMP

Pemkab Siak membagikan 49.360 seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP di 294…

13 jam ago

Pegawai PNM Pelalawan Tenggelam di Sungai Indragiri saat Survei Kebun

Pegawai PNM Ukui, Pelalawan, tenggelam di Sungai Indragiri saat menuju lokasi survei kebun di Kecamatan…

13 jam ago