Categories: Nasional

Manusia Perak pun Pakai Masker

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Penerapan protokol kesehatan nampaknya mulai dilakukan oleh masyarakat di dalam berkegiatan di luar ruangan. Tidak hanya masyarakat umum dan para pekerja, namun juga diterapkan oleh para pengamen, pengemis dan peminta-minta yang kerap beraksi di lampu merah. Termasuk dua manusia perak saat melakukan aksinya.

Mereka terlihat mengenakan masker dalam beraktivitas meminta belas kasihan dari para pengendara yang berhenti di lampu merah. Seperti yang terlihat di persimpangan traffic light SKA, Jalan Soekarno/Hatta-Jalan Tuanku Tambusai yang berada tepat di depan Mal SKA, Pekanbaru, akhir pekan lalu.

Dua manusia perak, tanpa baju dengan badan mengkilat dicat perak metalik, beraksi di jalanan dengan gaya robot. Walaupun tanpa mengenakan baju di tengah terik panas dan menggunakan celana panjang selutut dengan kaki yang juga dicat perak mengkilat, mereka mendatangi satu per satu kendaraan yang berhenti di lampu merah tersebut.

Dengan membawa kardus, mereka mengulurkannya kepada pengendara tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Dalam menjalankan aksinya, mereka nampaknya masih peduli dengan kesehatan dan takut bahaya Covid-19 yang masih mengintai. Buktinya, sehelai masker berwarna hitam terlihat menutupi hidung dan mulut mereka. Dan tak tampak masker yang dikenakan  tersebut lepas dari wajah selama aksi mereka dalam beberapa jam tersebut.

Seorang pengendara terlihat membuka kaca jendela mobilnya dan mengulurkan uang kertas Rp2.000 ke dalam kardus yang dibawa pria pantomim tersebut. Tanpa kata, dengan memperagakan bahasa isyarat tangan, ia sepertinya mengucapkan terima kasih atas sedekah yang diberikan tersebut.

Namun tak banyak pengendara mobil yang membuka kaca mobilnya atau pemilik kendaraan sepeda motor yang memberikan uang kepada manusia perak tersebut. Namun dia tidak berkecil hati. Selama beberapa jam, mereka terus menjalankan aksinya tanpa kenal lelah guna meraup keping-kepingan rupiah dari para pengendara.

Seorang tukang ojek online selalu mangkal di sana, mengatakan bahwa para peminta-minta dengan badan dicat perak tersebut tidak setiap hari melakukan aksinya, hanya pada waktu-waktu dan jam-jam tertentu pula. "Biasanya pada hari libur meraka beraksi bang," kata si pengemudi ojol tersebut.(ose)

 

Pesan Redaksi:

Mari bersama-sama melawan Covid-19. Riaupos.co mengajak seluruh pembaca ikut mengampanyekan gerakan 3M Lawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Ingat pesan Ibu, selalu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak serta hindari kerumunan.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

1 hari ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

1 hari ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

1 hari ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

1 hari ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

2 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

2 hari ago