Categories: Nasional

Jangan Ada Lagi Menteri Yang ’Sekolah’ di KPK, Ini Harapan Pemuda Muhammadiyah

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf harus menyiapkan sosok menteri yang bisa menghilangkan catatan buruk pada periode sebelumnya. Sebab, Kabinet Kerja I terdapat sejumlah catatan negatif. Yakni, ada beberapa menteri tersangkut kasus korupsi. Hal itu membuat mereka harus “sekolah” di KPK.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto memberi catatan kepada Presiden Jokowi dalam menetapkan siapa pembantunya. “Hal terpenting jangan sampai ada lagi menteri “sekolah” atau “mondok” di KPK,” ungkap Sunanto kepada JawaPos.com, Senin (21/10).

Diketahui pada Kabinet Kerja I, sejumlah oknum menteri yang tersangkut kasus korupsi adalah Idrus Marham, mantan Menteri Sosial; dan Imam Nahrawi, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Keduanya terpaksa dicopot karena tersangkut kasus dugaan kasus korupsi yang ditangani KPK. Untuk Idrus Marham pada kasus dugaan suap PTLU Riau-1 dan Imam Nahrawi dalam kasus dana hibah KONI.

Cak Nanto–begitu Sunanto–disapa menyoroti pidato Presiden Jokowi pada pelantikan, Minggu (20/10). Pada pidato itu, kata Cak Nanto, Presiden menyoroti pembangunan sumber daya manusia (SDM). Artinya, SDM dari komposisi menteri di Kabinet Kerja II ini harus memumpuni di bidangnya. Sebab, sosok yang hebat di luar pemerintahan belum tentu cakap ketika berada di pemerintahan.

Dia mencontohkan Nadiem Makarim. Founder Gojek itu adalah salah seorang figur yang dipanggil ke Istana Merdeka pada Senin (21/10). Dia disebut-sebut sebagai calon menteri. Potensi Nadiem Makarim menjadi menteri terlihat dalam keberhasilannya membangun bisnis digital Gojek.

Menurut Cak Nanto, kapasitas Nadiem Karim di Gojek perlu diuji nantinya ketika berada di pemerintahan, jika dia benar-benar dilantik sebagai menteri.

Begitu juga dengan Wishnutama Kusubandio. Meski dia dikenal dengan orang yang berhasil dalam dunia pertelevisian, belum tentu dia bisa menata birokrasi dan menerjemahkan visi misi presiden-wakil presiden, Jokowi-Ma’ruf Amin.

Selain Wishnutama dan Nadiem Makarim yang dipanggil ke Istana, Presiden Jokowi juga mengundan Erick Thohir. Figur ini dikenal dengan keberhasilannya ketika memimpin pelaksanaan Asian Games 2018. Kesuskses Asian Games 2018 tidak terlepas dari tangan dingin Erick Thohir.

“Ke depan kita lihat saja nanti sejauh mana kompetensi mereka jika benar-benar berawda di kabinet,” kata Nanto. Dia berharap figur-figur ini mampu membawa Indonesia ke level lebih baik lagi di dunia internasional sebagaimana bidangnya masing-masing di kementerian nanti.

Editor : Deslina
Sumber: jawapos.com

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

14 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

14 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

20 jam ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

20 jam ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

24 jam ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

1 hari ago