Categories: Pekanbaru

Makam Remaja Korban Dugaan Perundungan Dibongkar, Polisi Cari Fakta Baru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam Muhammad Fahri (17), remaja yang diduga menjadi korban perundungan hingga meninggal dunia. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan penyebab kematian korban melalui pemeriksaan ilmiah.

Ekshumasi dilakukan pada Kamis (6/8/2026) oleh penyidik Unit 4 Subdit IV Ditreskrimum Polda Riau bersama tim Dokter Forensik Polda Riau sebagai bagian dari proses penyidikan kasus tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua, mengatakan pembongkaran makam dilakukan guna memperoleh kepastian ilmiah terkait penyebab kematian korban. Hasil autopsi nantinya akan menjadi salah satu alat bukti dalam proses penyidikan.

“Ekshumasi dilakukan untuk kepentingan penyidikan dan memperoleh kepastian secara ilmiah mengenai penyebab kematian korban. Hasil autopsi nantinya akan menjadi salah satu alat bukti dalam proses penyidikan,” ujarnya.

Kasus ini ditangani berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/409/VII/2026/SPKT/Polda Riau tertanggal 18 Juli 2026. Laporan tersebut dibuat oleh Miftahulaini dengan terlapor berinisial BM.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa bermula pada Ahad, 12 Juli 2026 sekitar pukul 16.30 WIB di Jalan Eka Tunggal, Kelurahan Tuah Madani, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru.

Saat itu korban pulang ke rumah dalam kondisi tidak sehat. Pada malam harinya, ketika hendak buang air kecil dengan bantuan anggota keluarga, korban mengeluhkan nyeri di sekujur tubuh dan mengeluarkan urine berwarna hitam. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Aulia untuk mendapatkan perawatan medis.

Hasil pemeriksaan CT Scan menunjukkan korban mengalami perdarahan otak serta patah tulang leher. Mengetahui kondisi tersebut, pihak keluarga meminta penjelasan kepada korban mengenai penyebab luka yang dialaminya.

Sebelum meninggal dunia, Fahri mengaku sempat terlibat perkelahian dengan seorang remaja berinisial BM. Kondisinya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada Selasa, 14 Juli 2026 sekitar pukul 19.18 WIB.

Merasa ada kejanggalan dalam kematian anaknya, keluarga kemudian melaporkan kasus tersebut ke SPKT Polda Riau agar dilakukan penyelidikan dan penyidikan sesuai ketentuan hukum.

Hasyim menegaskan, penyidik akan menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh selama proses penyidikan.

“Hasil autopsi akan kami padukan dengan alat bukti lainnya, termasuk keterangan para saksi dan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. Seluruh proses penyidikan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.

Redaksi

Recent Posts

Mobil Ayah Sendiri Digondol Anak Kandung, Polisi Bergerak Cepat Tangkap Pelaku

Pria di Kampar ditangkap usai diduga mencuri mobil dan ponsel milik ayah kandungnya. Pelaku juga…

3 jam ago

HSBL Seri Perawang Resmi Bergulir, Siak Bidik Lahirkan Wakil Tangguh ke DBL

Riau Pos-HSBL 2026 Seri Perawang resmi dibuka di GOR Tualang. Pemkab Siak berharap kompetisi melahirkan…

4 jam ago

Teror Monyet Belum Usai, Pembelajaran Daring Diterapkan Demi Keselamatan Siswa

Teror monyet liar di Tembilahan kini mengganggu aktivitas sekolah. Siswa dipulangkan dan pembelajaran daring diterapkan…

4 jam ago

Tiga Hari Dicari, Satu Korban Kapal Tenggelam Ditemukan Tewas, Satu Masih Hilang

Tim SAR menemukan Amir meninggal dunia pada hari ketiga pencarian korban kapal tenggelam di Meranti.…

4 jam ago

Pendaftaran Masih Dibuka, 830 Peserta Sudah Amankan Tempat di Gowes Merdeka

Peserta Riau Pos Gowes Merdeka 2026 telah mencapai 830 orang dari 81 komunitas. Pendaftaran masih…

5 jam ago

Petani Diserang Beruang Madu Saat Bekerja, Terluka Parah dan Dilarikan ke RSUD Selasih

Petani di Pelalawan diduga diserang beruang madu saat menyadap karet. Korban terluka parah dan dirawat…

8 jam ago