SERAHKAN BINGKISAN: Bunda Paud Rohul Hj Peni Herawati Sukiman memberikan bingkisan makanan tambahan untuk bumil dan balita di Desa Puo raya, Kecamatan Tandun, baru baru ini.Humas Pemkab Rohul
(RIAUPOS.CO) — Penanggulangan kasus stunting di 10 desa yang ada di Kabupaten Rokan Hulu, mendapat perhatian serius dan prioritas oleh pemerintah. Langkah dan terobosan yang dilakukan pemerintah daerah dengan mensinergikan program kerja organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bersama Tim Penggerak PKK Rohul untuk menanggulangi kekurangan gizi menahun pada balita dan bumil.
Karena kasus tersebut perlu penanganan yang berkesinambungan dan rencana aksi yang lebih terpadu hingga memiliki dampak yang lebih konkret. Mulai dari pola makan, pola asuh dan yang berkaitan dengan sanitasi untuk menangani permasalahan stunting ini.
Ketua TP PKK Kabupaten Rohul Hj Peni Herawati Sukiman kepada wartawan mengatakan pihaknya bekerjasama dengan OPD terkait akan melaksanaan sosialisasi pendidikan gizi dalam pemberian makanan tambahan lokal bagi ibu hamil (Bumil) dan balita di daerah.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan dan komitmen TP PKK Kabupaten Rohul membantu pemerintah daerah untuk melakukan penurunan prevalensi stunting menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Rohul. Terutama 10 desa di 6 kecamatan yang masuk daerah stunting.
Diantaranya, Desa Tambusai Timur, Kecamatan Tambusai, Desa Kepenuhan Hilir, Ulak Patian Kecamatan Kepenuhan. Desa Marga Mulya, Rambah Samo, Teluk Aur Kecamatan Rambah Samo, Desa Menaming, Suka Maju Kecamatan Rambah, Bangun Purba Barat Kecamatan Bangun Purba dan Desa Kepayang Kecamatan Kepenuhan Hulu.
“Kami dari Tim Penggerak PKK Rohul akan prioritaskan pelaksanaan sosialisasi pendidikan gizi dan pemberian makanan tambahan lokal bagi Bumil dan balita di 10 desa dalam upaya menurunkan dan mengantisipasi kasus stunting yang telah dimulai tahun 2018 hingga sekarang,’’ tuturnya akhir pekanlalu.
Bunda Paud Rohul itu menjelaskan, rencana aksi terpadu TP PKK Rohul melakukan sosialisasi pendidikan gizi dan pemberian makanan tambahan lokal bagi Bumil dan Balita di 10 desa, akan menyesuaikan anggaran yang dikucurkan Kemenkes RI. Peni berharap kegiatan sosialisasi pendidikan gizi dan pemberian makanan tambahan lokal bagi Bumil dan balita yang merupakan kegiatan Stimulus dari Kementerian Kesehatan kepada TP PKK Kabupaten Rohul, dapat meningkatkan gizi masyarakat, menekan dan menurunkan angka stunting. Istri orang nomor satu Rohul itu berharap kasus stunting tidak bedampak luas bagi tumbuh kembang anak dan bumil di Rohul. Karena generasi stunting umumnya mengalami keterbelakangan mental serta pertumbuhan otaknya cenderung tidak baik. Disamping kondisi tidak sesuainya pertumbuhan tubuh manusia dengan usia yang dikarenakan faktor kekurangan gizi sejak hamil sampai umur 2 tahun. ”Kita harapkan desa dapat mengalokasikan dana kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan gizi masyarakat seperti pemberian makanan tambahan lokal saat bumil dan balitas ke Posyandu,” jelasnya.(adv)
Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…
DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.
Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…
Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…
Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…
Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…