Categories: Nasional

Ponakan Wagubri Terjebak Badai di Puncak Marapi

KOTO BARU (RIAUPOS.CO) – Empat pendaki Gunung Marapi asal Riau yang salah satunya merupakan ponakan dari Wakil Gubernur (Wagub) Riau Edy Natar Nasution nyaris menjadi korban saat diterjang badai ketika berada di Puncak Marapi, Sabtu (19/10) sekira pukul 19.00 WIB. Beruntung, keempatnya dapat selamat dan kemudian berhasil dievakuasi oleh tim gabungan yang melakukan penyelamatan ke puncak.

Sore kemarin, keempatnya sudah berada di Posko Pendakian Gunung Marapi di Koto Baru, Kecamatan X Koto. Pihak keluarga pun telah bertemu dengan keempatnya dalam keadaan selamat. Rencananya, para pendaki yang masih tercatat sebaga mahasiswa tersebut akan pulang kembali ke Pekanbaru.

Keempatnya, masing-masing Satria Dwi Syahputra  (22) (ponakan Wakil Gubernur Riau), Rahmad Taufik (22), Fajri Setiawan (22) dan Adithya Bayu Nugraha (22), terjebak badai berupa angin kencang diiringi rintikan hujan saat berada di dekat Tugu Abel. Rahmad Taufik (22) salah seorang pendaki saat ditemui di Posko Koto Baru kemarin (20/10) sore menyebutkan, jika mereka bergerak dari Pekanbaru sejak Kamis (17/10) malam, dan sampai di Koto Baru pada Jumat (18/10) pagi.

Setelah beristirahat, mereka kemudian melanjutkan perjalanan pendakian dan sampai di Pasangrahan sore hari. “Di situ, kami bermalam dahulu, kemudian Sabtu pagi kami lanjutkan ke puncak. Sesampai di puncak sekira pukul 18.00 WIB, dan kami mendirikan tenda. Baru saja sekira lima belas menit tenda berdiri, langsung datang badai berupa angin kencang dan disertai hujan,” ujar Rahmad Taufik yang diamini tiga rekannya.

Sejak badai menerpa tenda mereka sebutnya, tidak berhenti hingga Ahad pagi kemarin.  “Karena kondisi tersebut kami panik dan akhirnya kami hubungi salah satu teman kami. Dia memberikan kontak Basarnas. Kami menghubungi tim Basarnas Padang untuk memberi tahu kondisi kami,” katanya. Karena diterpa badai, akhirnya mereka berempat kedinginan dan tidak dapat berbuat apa-apa selain mendekam di dalam tenda menahan dingin. Selain badai, kabut tebal juga mulai menyelimuti kawasan puncak hingga jarak pandang terganggu dan tidak lebih dari dua meter.  

“Melalui telepon kami diarahkan untuk tetap berada di dalam tenda, sementara kami dapat informasi, jika tim Basarnas tengah menjemput kami,” sebutnya.

Pada Ahad dinihari sekitar pukul 02.00 WIB, tim gabungan Basarnas, PMI, Pokdarwis Koto Baru, BKSDA, dan relawan menemukan keempatnya dalam keadaan kedinginan. Tim memberikan pertolongan kepada keempatnya, dan melakukan evakuasi untuk turun. Sementara itu, Khairunnas, Camat X Koto Tanahdatar menyebutkan, sebelum mendaki, seharusnya para pendaki mengetahui situasi cuaca sebelum melakukan pendakian dan memiliki kontak tim posko Marapi untuk memudahkan komunikasi.(st/rpg)

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

17 jam ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

2 hari ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

2 hari ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

2 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

2 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

2 hari ago