Categories: Nasional

Kejagung Belum Bisa Pastikan Tangkap Djoko Tjandra

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan belum mendapatkan informasi resmi terkait buronan kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra akan ditangkap oleh Tim Pemburu Koruptor (TPK). Pasalnya hingga kini, belum ada keputusan resmi terkait tim yang khusus membekuk koruptor itu.

“Belum bisa memastikan apakah SK (surat keputusan untuk tim pemburu koruptor itu sudah ada). Karena kemarin kan mau di sinkronkan lagi, kalau tidak salah ada salah satu pribadi berpendapat tidak setuju,” kata Kapuspen Kejagung, Hari Setiyono kepada wartawan, Senin (20/7) malam.

Hari mengaku, belum mendapat informasi resmi dari Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, terkait pembentukan secara resmi tim pemburu koruptor. Karena hingga kini masih menuai polemik.

“Secara institusi kan Pak Menteri menyampaikan akan dilakukan koordinasi. Sampai sejauh mana, kami juga masih menunggu informasi itu,” cetus Hari.

Hari menyebut, Kejaksaan Agung masih menunggu surat keputusan terkait TPK akan kembali diaktifkan. Bahkan, nantinya Wakil Jaksa Agung akan menjadi ketua tim pemburu koruptor itu.

Kendati demikian, lanjut Hari, pihaknya belum bisa memastikan informasi tersebut. Terlebih, terdapat pribadi pimpinan salah satu lembaga tidak setuju pengaktifan kembali tim pemburu koruptor.

“Kalau sebelumnya kan Ketuanya Wakil Jaksa Agung, kebetulan saya belum dapat informasi juga dan ada juga yang nggak setuju, masih polemik. Kalau nggak salah, kemarin pribadi salah satu komisioner di KPK, kemudian ada ICW juga mengatakan (tidak setuju),” tandas Hari.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setyono mengakui pihaknya hingga kini belum berhasil menangkap buronan tersebut. Namun, dia memastikan bahwa Polri siap membantu Tim Pemburu Koruptor dalam menangkap Djoko Tjandra.

“Kan sudah ada Tim Pemburu Koruptor yang telah dibentuk oleh Menko Polhukam,” tuturnya, Senin (20/7).

Awi menyebut, pihak yang berwenang untuk menjemput buronan Djoko Tjandra di suatu negara adalah Tim Pemburu Koruptor. Menurut Awi, Polisi akan bekerja sama dengan Polisi di negara lain untuk menangkap buronan tersebut, namun yang memulangkan ke Indonesia adalah Tim Pemburu Koruptor.

“Kita kan punya hubungan diplomatis yaitu police to police, nanti (peran) kami di sana,” tukasnya.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Miris! Tiga Anak di Siak Setiap Hari Mengemis, Orang Tua Diberi Ultimatum

Tiga anak di Siak tak lagi sekolah dan setiap hari mengemis di jalan. Dinsos turun…

5 jam ago

Fazya-Halda Dinobatkan sebagai Bujang Dara Meranti 2026, Siap Melangkah ke Tingkat Riau

Muhammad Fazya Kurniawan dan Halda Mirsyanda terpilih sebagai Bujang Dara Meranti 2026 dan akan mewakili…

6 jam ago

MUI Ingatkan Warga Jelang Agustusan: Soal Pakaian Karnaval hingga Hadiah Lomba

MUI mengingatkan masyarakat soal ketentuan agama dalam karnaval dan lomba Agustusan, termasuk busana serta penggunaan…

6 jam ago

Target 100 Pohon per Gudep, Wali Kota Pekanbaru Libatkan Pramuka dalam Green City

Wali Kota Pekanbaru mendorong Pramuka menjadi pelopor green city dengan target setiap gudep menanam dan…

7 jam ago

23,6 Kilometer Jalan Rusak di Pekanbaru Sudah Diperbaiki, Ini Ruas yang Masih Digarap

Perbaikan jalan di Pekanbaru terus dikebut. Dari target lebih dari 42 kilometer, sebanyak 23,6 kilometer…

7 jam ago

Karhutla di Inhu Meluas hingga 50 Hektare, Api Mulai Merangsek ke Hutan Primer

Karhutla di Sungai Guntung Hilir, Inhu, meluas hingga 50 hektare dan sulit dipadamkan karena asap…

10 jam ago