Peserta Jungle Trek mendaki bukit dari tepian sungai yang terjal. (GOBER FOR RIAU POS)
Ada yang baru di Rimbang Baling. Tidak hanya wisata sungai dan desa, serta budaya masyarakatnya yang luar biasa, tapi Rimbang Baling kini sudah ada jungle trekking yang patut untuk dicoba. Penasaran?
Laporan KUNNI MASROHANTI, Kampar
Wisata lintas alam atau yang dikenal dengan jungle trek di Rimbang Baling, sudah boleh dinikmat wisatawan. Kawasan berstatus Swaka Margasatwa di bawah pengelolaan Balai Besar KSDA Riau ini, semakin mudah untuk dinikmati masyarakat luas.
Bahkan, pekan lalu, Ahad (14/7), BBKSDA Riau di bawah komando Suharyono, menggelar Rimbang Baling Jungle Trek yang diikuti sekitar 250 anak-anak muda di Riau dengan mengusung tema Millenial Love’s Nature. Wisata alam ini dimulai sempena Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2019.
Lintas alam atau jungle trek ini diawali dari Desa Tanjung Belit dengan menggunakan perahu (piaw) menuju Desa Muara Bio dan kembali berakhir di Desa Tanjung Belit. Dari Muara Bio inilah lintas alam dimulai. Jalur yang ditempuh sangat beragam.
Polri menguji Formula X-Fire untuk menangani Karhutla di lahan gambut Pelalawan dengan dukungan 6.000 liter…
Terduga pengedar sabu MA (26) dibekuk polisi saat bersembunyi di parit di Kampa. Petugas mengamankan…
Pemko Pekanbaru menargetkan angka kemiskinan turun dari 3,1 persen menjadi 2 persen dalam tiga tahun…
Tender proyek pembangunan Pasar Tembilahan senilai sekitar Rp19,9 miliar batal. Pemkab Inhil mempertimbangkan pelaksanaan pembangunan…
Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…
Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…