Categories: Nasional

DPRD Riau Siap Bersinergi dengan DPR RI

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kenaikan angka penularan Covid-19 di Riau turut menjadi perhatian banyak pihak. Salah satunya datang dari DPRD Riau. Ketua DPRD Yulisman menegaskan pihaknya akan berupaya keras melalui tugas pokok dan fungsi dewan untuk membantu Pemerintah Provinsi Riau dalam menekan angka penularan Covid-19. Termasuk menyukseskan program vaksinasi yang telah dicanangkan pemerintah.

Penegasan itu disampaikan Yulisman usai menghadiri acara kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI beberapa waktu lalu. Saat itu, Komisi IX DPR RI berkunjung ke Bumi Lancang Kuning dalam rangka pengawasan pelaksanaan program vaksinasi Covid-19. Khususnya pengawasan penggunaan vaksin Astrazeneca di Riau. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Daerah Pauh Janggi itu dipimpin Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar.

"Memang salah satu cara menekan angka penularan Covid-19 ini adalah vaksinasi. Kita tahu beberapa hari lalu angka penularan Covid-19 cukup tinggi ya. Maka dari itu, agar bisa tercipta herd immunity, ya mau tidak mau masyarakat harus divaksin," ujar Yulisman.

Politikus Golkar ini mengungkapkan, nantinya DPR RI bersama Pemerintah Provinsi Riau akan bersinergi dalam penanggulangan Covid-19. Sehingga, dalam hal pengawasan pelaksanaan vaksinasi bisa lebih maksimal. Karena DPRD sendiri memang memiliki salah satu tugas pokok, yakni pengawasan kerja pemerintah. Ia berharap dengan sinergi serta kerja sama yang terjalin dengan DPR RI dapat menghasilkan output guna menurunkan angka penularan Covid-19.

"Tentunya harapan kami, sinergitas yang terjalin dapat memberikan hasil yang maksimal. Kita semua tentu tidak ingin berlarut-larut dengan persoalan Covid ini. Maka dari itu saya mengajak seluruh masyarakat Riau, mari kita sama-sama melawan penyebaran Covid-19 dengan mengikuti vaksinasi. Bagi yang sudah divaksin, kami minta tetap terapkan protokol kesehatan, jaga jarak, tidak berkerumun, rajin mencuci tangan serta menggunakan masker," ajaknya.

Sementara itu Gubri dalam sambutan kegiatan bersama Komisi IX DPR itu memaparkan tentang perkembangan Covid-19 di  Riau dan daerah yang masuk dalam zona merah. Di antaranya Rokan Hulu (Rohul) dan Pekanbaru. Selain itu, Syamsuar juga mengakui jika Riau saat ini masih kekurangan kuota vaksin mengingat masih banyaknya masyarakat yang belum mendapatkan vaksin. Untuk itu dia berharap DPR RI dapat memperjuangkan penambahan kuota vaksin di Riau.

Usai kegiatan, Ketua DPRD Riau Yulisman beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut mengantar tim Komisi IX DPR RI kembali ke Jakarta di VIP Room Lancang Kuning, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Seluruh pihak yang hadir dalam kegiatan itu bersepakat untuk sama-sama serta bersinergi dalam memerangi pandemi Covid-19.(adv/nda)

 

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

18 jam ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

18 jam ago

Sempat Disembunyikan, Toyota Land Cruiser Bupati Kuansing Akhirnya Tiba di Rupbasan KPK

Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…

18 jam ago

Kasus Dugaan Pimpinan Ponpes dan Santri di Kuansing Berakhir Damai, Polisi Tetap Lakukan Pendalaman

Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…

18 jam ago

Diduga Sopir Microsleep, Bus Tabrak Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, 2 Tewas

Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…

2 hari ago

KM Gading 2 Tenggelam di Perairan Tanjung Buton, 3 Tewas dan 1 Masih Hilang

Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…

2 hari ago