Categories: Nasional

Ratusan Pengemudi Ojol dan Kurir Demo Tuntut Potongan Aplikasi Maksimal 10%, Menaker Janji Usulkan Jaminan Sosial

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Ratusan pekerja dari komunitas pengemudi ojek online, taksi online, dan kurir menggelar unjuk rasa di berbagai wilayah. Di Jakarta, aksi berlangsung di tiga lokasi utama, yaitu Patung Kuda, depan Gedung DPR/MPR RI, serta di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Para pengunjuk rasa menyampaikan beberapa tuntutan utama, seperti meminta agar potongan dari aplikasi tidak lebih dari 10 persen. Mereka juga mendesak revisi tarif penumpang serta penghapusan sejumlah program aplikasi, seperti aceng, slot, hemat, dan prioritas, yang dianggap merugikan para pengemudi.

Massa menuntut tarif layanan pengiriman makanan dan barang yang adil dengan melibatkan asosiasi pengemudi, regulator, aplikator, dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Selain berunjuk rasa, mereka juga mengajak untuk melakukan aksi mematikan aplikasi atau “off bid” secara massal selama 24 jam pada hari tersebut.

Menanggapi aksi ini, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa pihaknya sangat memperhatikan nasib para driver ojol. Ia menegaskan bahwa sesuai amanat konstitusi, setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan layak yang mencakup penghidupan dan jaminan sosial.

“Tentu jaminan sosial ini yang menjadi perhatian utama kami,” kata Menaker saat ditemui di kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (20/5).

Mengenai tuntutan terkait potongan aplikasi dan penghapusan program-program tertentu, Menaker mengaku masih mendalami persoalan ini karena bukan sekadar soal angka saja.

Menurutnya, jaminan sosial sangat penting untuk pengemudi ojol, terutama terkait kecelakaan kerja dan jaminan kematian, mengingat risiko tinggi mereka bekerja di jalan raya.

“Kementerian saat ini sedang menyusun regulasi yang mengatur jaminan sosial bagi pengemudi ojol,” tambahnya.

Menaker juga menanggapi penolakan aplikator terhadap beberapa tuntutan, termasuk status mitra yang ingin dijadikan karyawan. Ia mengatakan bahwa kajian terkait hal ini masih terus dilakukan karena melibatkan banyak pendapat dan perlu analisis mendalam.

“Kita tunggu saja hasil diskusi yang dinamis ini ke depan,” pungkasnya.

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

3 jam ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

4 jam ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

4 jam ago

Antrean Panjang, Pembelian Dibatasi: Warga Bengkalis Keluhkan BBM

SPBU di Bantan, Bengkalis batasi pembelian BBM subsidi maksimal Rp200 ribu. Kebijakan ini menuai keluhan…

4 jam ago

38 Calon Komisioner KI Riau Lanjut Tes, Simak Jadwal dan Lokasinya!

Sebanyak 38 peserta lolos seleksi administrasi calon anggota KI Riau 2026–2029 dan berhak mengikuti tes…

4 jam ago

Kebakaran Hebohkan Jalintan Pekanbaru-Bangkinang, Empat Ruko Ludes!

Kebakaran melanda empat bangunan usaha di Rimbo Panjang, Kampar. Tidak ada korban jiwa, penyebab masih…

4 jam ago