Categories: Riau

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sidang dugaan korupsi yang menyeret Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid kembali mengungkap fakta baru. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan tiga saksi di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Rabu (29/4/2026), salah satunya seorang satpam yang mengaku pernah mengantarkan uang ratusan juta rupiah.

Saksi tersebut adalah Hendra Lesmana, petugas keamanan di Dinas PUPR Riau. Ia dihadirkan untuk memberikan keterangan dalam perkara terdakwa Abdul Wahid bersama mantan Kepala Dinas PUPR Riau Muhammad Arief Setiawan dan Tim Ahli Gubernur Dani M Nursalam.

Dalam persidangan, Hendra mengungkapkan bahwa dirinya pernah diminta mengantarkan uang sebesar Rp300 juta atas perintah Sekretaris Dinas PUPR Riau, Ferry Yunanda. Uang tersebut ditujukan kepada Arief Setiawan.

Hendra menjelaskan, ia menerima dua kali perintah untuk mengantarkan uang. Namun, ia mengaku tidak mengetahui tujuan pasti dari pengiriman tersebut. “Perintah Pak Ferry dua kali, saya hanya diminta mengantar saja,” ujarnya di hadapan jaksa.

Pengantaran pertama terjadi pada 2 Juni. Saat itu, ia diminta membawa uang sebesar Rp100 juta ke rumah Arief Setiawan. Hendra mengatakan, uang tersebut langsung diserahkan kepada yang bersangkutan sebelum dirinya kembali pulang.

Setelah itu, Hendra juga sempat diminta menemui seseorang bernama Chairil Anwar di sebuah rumah makan. Ia menunggu sekitar lima menit sebelum menerima uang yang kembali diminta untuk diantarkan kepada Arief Setiawan.

Sementara itu, pengantaran kedua berlangsung pada 15 Agustus. Hendra bertemu Ferry di kantor Dinas PUPR Riau dan diminta mengambil uang dari ruang kerja di lantai empat. Uang yang dimasukkan ke dalam tas jinjing tersebut kemudian dibawa untuk diserahkan kepada Arief.

Hendra menuturkan, uang itu akhirnya diletakkan di dalam mobil dinas Kepala Dinas PUPR Riau yang terparkir di basement kantor.

Dalam persidangan juga terungkap, uang Rp300 juta tersebut diduga merupakan bagian dari “japrem” yang dikumpulkan dari para kepala UPT di lingkungan Dinas PUPR Riau. Dana itu disebut terkait penambahan anggaran dan merupakan bagian dari Rp3,55 miliar dari total Rp7 miliar yang diduga diminta Abdul Wahid melalui Arief Setiawan.

Seperti diketahui, Abdul Wahid bersama Muhammad Arief Setiawan dan Dani M Nursalam didakwa melakukan pemerasan terkait anggaran di Dinas PUPR Riau sebesar Rp3,55 miliar.

Atas perbuatannya, para terdakwa diduga melanggar Pasal 12 huruf e juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, serta juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.(end)

Redaksi

Recent Posts

Inggris Percaya Diri Hadapi Fase Gugur, Declan Rice Klaim Timnya Punya Penendang Penalti Terbaik

Declan Rice yakin Inggris memiliki deretan penendang penalti terbaik jelang fase gugur Piala Dunia 2026…

15 jam ago

Resmi Mulai 1 Juli 2026, Harga Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Turun

Pertamina resmi menurunkan harga BBM nonsubsidi mulai 1 Juli 2026. Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax Turbo…

18 jam ago

BRK Syariah Gandeng SMPN 37 Pekanbaru, Edukasi Keuangan dan Buka Ratusan Rekening SimPel

BRK Syariah membuka 300 rekening SimPel di SMPN 37 Pekanbaru sekaligus mengedukasi siswa tentang pentingnya…

19 jam ago

Buron Kasus Penganiayaan Maut di Rumbai Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi

Terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan seorang pria di Rumbai menyerahkan diri ke Polresta Pekanbaru dan…

20 jam ago

Kolaborasi TSA Unri dan Tanoto Fellow Tingkatkan Numerasi Siswa SD Lewat Permainan Edukatif

TSA Unri dan Tanoto Fellow Riau menghadirkan pembelajaran numerasi berbasis permainan di SDN 57 Pekanbaru…

20 jam ago

Pemko Pekanbaru Jamin Siswa Kurang Mampu Dapat 5 Setel Seragam Sekolah Gratis

Pemko Pekanbaru menyiapkan lima setel seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi 7.000 hingga 8.000 siswa…

20 jam ago