Categories: Nasional

Ribuan Dokter Unair Siap Jadi Relawan

SURABAYA (RIAUPOS.CO) — Ketua Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (IKA FK Unair), dr Poedjo Hartono, membentuk tim relawan dokter penanganan virus corona, Covid-19. Mereka siap bekerja jika dokter inti dan pemerintah membutuhkan bantuan tenaga kesehatan untuk melawan virus corona yang telah menjadi pandemi di seluruh dunia.

"Saat ini masih bisa teratasi. Kami mencoba untuk menyiapkan. Jaga-jaga kalau ekskalasi pasien terus meningkat. Kalau nanti dibutuhkan, kami siap," ujar Poedjo Hartono di Kantor IDI Kota Surabaya.

Tim relawan ini, menurut dia, tidak hanya mem-backup dokter inti yang berada di garda depan penanganan corona, tapi juga melakukan serangkaian upaya bantuan. Mulai promotif preventif dengan sosialisasi ke masyarakat, penemuan kasus, penyembuhan dengan membantu dokter di isolasi dan rehabilitasi.

Semua dokter baik dokter muda maupun spesialis diharapkan mau bergabung sebagai tim relawan. Mereka akan dibebani tugas sesuai dengan spesialisasinya. Edukasi ke lapangan bisa dilakukan dokter muda. Memberikan trauma healing dilakukan dokter di bidang kesehatan jiwa. Begitu juga tracking kasus dan pengobatan.

Dokter yang juga tim pembela IDI Surabaya ini tergerak untuk membentuk tim karena melihat Covid-19 sudah menjadi pandemi. Apalagi temuan kasus di Indonesia terus meningkat setiap hari. Ditambah kesadaran masyarakat yang masih rendah terhadap pencegahan penularan.

"Kita lihat masyarakat masih banyak yang belum sadar. Diimbau untuk sosial distancing masih banyak yang berkeliaran di jalan, bahkan liburan.  Makanya, kami bentuk tim yang bisa memberikan penyuluhan untuk memutus mata rantai penularan," paparnya.

Poedjo berharap semua dokter alumni FK Unair tergerak untuk bergabung dalam aksi relawan. "Kita saat ini masih coba menggugah teman-teman. Saat ini bukan waktunya pencitraan golek jeneng. Ayo, negara sedang ada bencana, ayo kita bantu," katanya.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan ini menegaskan, jika kompak, tim dokter bisa mengumpulkan relawan lebih dari 5.000 orang. Angka itu hanya diambil dari anggota IDI saja. Belum yang lain. Jika para dokter sudah terkumpul, Poedjo akan melakukan koordinasi dengan pemerintah kota maupun provinsi, dinas kesehatan, dan rumah sakit. Sehingga tim dokter bisa bergerak cepat ketika diperlukan.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Berdiri di Tanah Pemko, Satpol PP Pekanbaru Bongkar Warung dan Pagar Beton di Rumbai

Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…

8 jam ago

Penggerebekan Narkoba di Rohil Berujung Pembakaran Gudang, Warga Sudah Lama Resah

Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…

9 jam ago

Daftar Calon Rektor Unri, Mexsasai Indra Usung Visi Kampus Berdaya Saing Global

Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…

20 jam ago

Penampilan Dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat Meriahkan HSBL

Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…

1 hari ago

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

1 hari ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

1 hari ago