Categories: Nasional

Komnas HAM Ingin Periksa Mobil Laskar FPI yang Ditembak Mati

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengirimkan surat kepada Kabareskrim Polri Komjen Pol Listryo Sigit Prabowo untuk memeriksa mobil yang digunakan Laskar Front Pembela Islam (FPI) saat baku tembak dengan polisi. 

Komnas HAM juga berniat untuk memeriksa kendaraan yang digunakan polisi pada kejadian tersebut. 

Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, rencana pemeriksaan kendaraan Laskar FPI dan petugas Polda Metro Jaya merupakan bagian dari investigasi yang dilakukan Komnas HAM. Pemeriksaan ini untuk melengkapi berbagai pemeriksaan sebelumnya. 

"Tim Penyelidikan Komnas HAM telah melayangkan surat kepada Kabareskrim Polri untuk dapat memperoleh keterangan terkait mobil dan berbagai informasi yang terdapatpada mobil tersebut," kata Anam, Ahad (20/12/2020).  

Dia menjelaskan, Tim Komnas HAM berniat memeriksa langsung mobil yang digunakan oleh Polda Metro Jaya saat melakukan pemantauan maupun mobil yang digunakan Laskar FPI. Dia berharap permohonan itu dikabulkan sehingga tim dapat memeriksa langsung. 

Kendati demikian, dia belum dapat memastikan kapan pemeriksaan akan dilakukan. Sekarang ini Komnas HAM sedang menunggu surat balasan dari Bareskrim Polri. 

"Kalau udah pasti dikabari," ujar lulusan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini. 

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik sebelumnya mengatakan, Tim Penyelidik Komnas HAM terus mengumpulkan informasi, saksi, dan bukti terkait peristiwa tersebut. Dalam proses investigasi, Komnas HAM  telah mengumpulkan informasi dan bukti-bukti dari kedua pihak hingga masyarakat di sekitar lokasi. 

“Kami tentu saja mengumpulkan informasi dan bukti-bukti dari kedua belah pihak. FPI pada kesempatan pertama, malam harinya kami sudah bertemu dengan Ustadz Ahmad Shobri Lubis, Munarman, dan beberapa keluarga. Lalu tim kami turun ke lapangan, ada tiga hari lebih di lapangan, untuk mencari bukti-bukti lain,” ujar Taufan, Kamis (17/12/2020). 

Dia menjelaskan, berbagai barang bukti di lapangan yang dikumpulkan tim Komnas HAM antara lain selongsong peluru dari berbagai jenis, hingga sisa-sisa dari bagian-bagian kendaraan mobil yang diduga saling bertubrukan pada malam kejadian. 

Dalam mendalami keterangan saksi, Komnas HAM telah memanggil Kapolda Metro Jaya, Dirut Jasa Marga, Bareskrim Mabes Polri, hingga Dokter Forensik Polri. Dari keterangan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Komnas HAM telah mendapatkan kronologi kasus versi polisi.

Enam anggota Laskar FPI tewas ditembak petugas Polda Metro Jaya di Km 50 Tol Jakarta Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Senin (7/12/2020) dini hari. Menurut polisi, tindakan tegas dan terukur terhadap para pengawal Habib Rizieq Shihab itu dilakukan karena mereka menyerang petugas Polda Metro Jaya dengan senjata api dan senjata tajam. 

Sumber: RMOL/News/Pojoksatu
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

APBD Terbatas, Meranti Andalkan Program IJD untuk Benahi 9,6 Km Jalan

Pemkab Kepulauan Meranti mengusulkan tiga ruas jalan sepanjang 9,6 km masuk program IJD dengan kebutuhan…

13 jam ago

Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Pekanbaru, Polusi Tertinggi Ketiga di Indonesia

Kabut asap karhutla masih menyelimuti Pekanbaru. Kualitas udara memburuk, AQI mencapai 171 dan 156 titik…

15 jam ago

Bentrokan Konflik Lahan 80 Hektare di Kuansing, 9 Orang Terluka

Bentrokan dua kelompok terkait konflik lahan 80 hektare terjadi di Kuansing. Sembilan orang terluka dan…

15 jam ago

Jalan Sontang-Duri Kembali Berlumpur, Truk Bermuatan Berat Banyak Terjebak

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan menggerus timbunan. Truk bermuatan berat kesulitan melintas dan terjebak…

15 jam ago

Erupsi 4 Gunung Bikin 8 Bandara Ditutup, 35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta Batal

Erupsi empat gunung mengganggu penerbangan. Sebanyak 35 penerbangan dari dan ke Pekanbaru batal setelah delapan…

15 jam ago

Distribusi Tersendat, Semen di Rohul Langka hingga Warga Harus Antre

Kelangkaan semen di Rohul hampir sebulan membuat warga harus booking. Omzet toko bangunan turun hingga…

15 jam ago