Categories: Nasional

Penyelidikan Kasus Novel Baswedan Belum Ada Kemajuan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komisi III DPR menggelar rapat kerja bersama Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis. Dalam rapat tersebut Idham memaparkan kasus penyiraman cairan kimia terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Sayangnya, meski sudah banyak yang dilakukan, belum ada perkembangan yang signifikan dari penanganan kasus tersebut, kendati sudah berjalan lebih dari 2 tahun.

Dalam pemaparannya Idham mengatakan suatu kasus bisa diungkap tergantung pada alat bukti yang ada. Sehingga apabila satu kasus banyak alat bukti. Maka akan mudah diungkap.

“Polri telah bekerja secara maksimal, melakukan langkah-langkah penyidikan dengan berkoordinasi dengan pihak eksternal, seperti KPK, Kompolnas, Komnas HAM, Ombudsman, para pakar nasional, bahkan dengan kepolisian Australia AFP,” ujar Idham di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/11).

Sampai saat ini pihak kepolisian sudah memeriksa 73 saksi. Kemudian pemeriksaan terhadap CCTV, jumlahnya sebanyak 38. Kemudian pemeriksaan terhadap penghuni kontrakan dan juga kosan.

Selanjutnya‎ pemeriksaan terhadap 114 toko kimia yang berada pada radius 100 km dari TKP. Termasuk juga rekonstruksi wajah yang diduga pelaku. Kemudian mengamankan tiga orang saksi yang dicurigai dan memeriksa alibi mereka dan dengan hasil tidak terbukti.

Selain itu pihak kepolisian juga mempublikasikan sketsa wajah dan mencari orang yang dicurigai sebagai pelaku. Kemudian pihak kepolisian juga membuka media hot line 24 jam dengan nomor 0813398844474. Selanjutnya adalah menindaklanjuti setiap info yang masuk. Membentuk tim pengawas internal untuk melaksanakan audit terhadap proses penyidikan.

“Termasuk juga berkoordinasi dan membuka ruang komunikasi dengan pihak eksternal, yaitu KPK, Komnas HAM, Kompolnas, dan Ombudsman,” katanya.

Idham melanjutkan juga telah menjalankan rekomendasi dari Komnas Hak Asasi Manusial (HAM). Kemudian juga membentuk tim pencari fakta, dan membentuk tim teknis yang bekerja sama dengan KBRI Singapura untuk memeriksa riwayat kesehatan korban.

“Melakukan pendalaman terhadap sketsa wajah terduga pelaku dengan 282 data yang kita dapatkan dari Disdukcapil,” ungkapnya.

Namun demikian, Idham berjanji akan terus menungkap kasus penyiraman cairan kimia terhadap Novel Baswedan. Pemeriksaan saksi akan terus dijalankan. Kemudian langkah-langkah lainnya.

“Saya telah mencanangkan program penguatan hukum yang profesional dan berkeadilan sebagai salah satu program prioritas Polri. Program tersebut menjadi tujuan penegakan hukum Polri yang optimal sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

187 Jemaah Kuansing Siap ke Tanah Suci, Ini Lokasi Hotel Dekat Masjid Nabawi

Sebanyak 187 JCH Kuansing berangkat 30 April 2026. Hotel di Madinah hanya 30 meter dari…

49 menit ago

Dari Demo ke Penggerebekan, Dugaan Peredaran Narkoba di Panipahan Terkuak

Aksi warga di Panipahan berujung perusakan rumah dan temuan diduga sabu. Polisi selidiki kasus, Polda…

2 jam ago

Tergerus Pasang Surut, Jalan di Inhil Ambruk dan Tak Bisa Dilalui

Jalan Kampung Baru di Inhil amblas akibat gerusan air pasang surut. Akses warga terputus, BPBD…

2 jam ago

Komisaris hingga Direktur SPBU Diciduk, Skandal Solar Subsidi Terbongkar

Polisi tangkap komisaris dan direktur SPBU terkait penyelewengan solar subsidi di Pelalawan. Modus gunakan tangki…

3 jam ago

25 Kios Batu Akik Pasar Palapa Dibongkar, Area Disulap Jadi Taman dan Parkir

Pemko Pekanbaru bongkar 25 kios batu akik di Pasar Palapa. Area akan ditata jadi taman…

3 jam ago

KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif, Marjani Bantah Terlibat

KPK resmi menahan Marjani, ajudan Gubernur Riau nonaktif. Ia membantah terlibat dan mengaku namanya hanya…

6 jam ago