puluhan-roda-dua-terjaring-patroli-hunting-balap-liar
DUMAI (RIAUPOS.CO) – Memberikan rasa aman bagi pengguna jalan raya, satuan lalu lintas Polres Dumai menggelar patroli hunting dan balap liar di malam hari, Sabtu (18/9) malam. Puluhan kendaraan bermotor ikut diamankan petugas. Di antaranya pelaku balap liar yang memang sudah sangat meresahkan masyarakat Dumai, khususnya yang melintas di Jalan Putri Tujuh, Kecamatan Dumai Timur.
Kapolres Dumai AKBP Muhammad Kholid melalui Kasatlantas Polres Dumai AKP Akira Ceria , Ahad (19/9) membenarkan kegiatan patroli gabungan dengan TNI tersebut.
"Sebanyak 50 kendaraan roda dua yang kami amankan dalam patroli hunting dan balapan liar kali ini dan semuanya sudah kami amankan di Mapolres Dumai untuk menjalani proses hukum," kata AKP Akira.
Dikatakan mantan Kapolsek Bukit Kapur ini, target utama dalam patroli gabungan bersama TNI ini adalah pelaku balapan liar dan sejumlah pelaku pelanggar lalu lintas juga kami lakukan penindakan.
Diantara mereka yang kami amankan, selain pelaku balap liar, di antaranya tidak menggunakan knalpot standar dan tidak menggunakan helm," tambah AKP Akira.
Untuk patroli kali ini lanjutnya, Satlantas Polres Dumai menahan semua motor milik pengendara yang terjaring patroli sebagai efek jera nantinya kepada pelanggar lalu lintas.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk terus mematuhi peraturan lalu lintas selama mengendarai kendaraan, selain untuk keselamatan diri sendiri juga keselamatan orang lainnya selama di jalan,"ucapnya.(mx12/rpg)
Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…
Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…
Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…
JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…
Honda Bikers Fun Motour Camp 2026 di Kampar diikuti 100 bikers Hobiku, padukan touring, camping,…
BPJS Kesehatan keluarkan Rp50,2 triliun untuk 59,9 juta kasus penyakit kronis sepanjang 2025, jantung tertinggi.