Ilustrasi. Penderita alzheimer harus didukung untuk tetap aktif dengan melakukan kegiatan atau latihan sederhana. (foto/jawapos.com)
RIAUPOS.CO– Lansia dengan alzheimer harus tetap berdaya dan aktif. Paling tidak, mereka harus tetap bisa melakukan aktivitas agar tidak merasakan kesepian.
Seperti diketahui, lansia dengan alzheimer biasanya mengalami kondisi gangguan kognitif, disorientasi, dan lupa mengingat atau melakukan sesuatu. Alzheimer sendiri merupakan bagian dari demensia.
Dalam laman Alzheimers, Kamis (19/9), disebutkan alasan mengapa lansia dengan Alzheimer harus tetap aktif. Langkah aktif lewat aktivitas fisik maupun non fisik dapat membantu lansia dengan alzheimer tetap mandiri dan memberikan kesenangan yang luar biasa. Mereka juga dapat tetap terhubung dengan orang lain dan dapat meningkatkan kualitas hidupnya.
Salah satu cara paling penting untuk tetap aktif adalah berbicara dengan orang lain. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terisolasi atau menarik diri dari lingkungan. Tetap berhubungan dengan orang lain dapat membuat lansia merasa lebih baik. Selain itu, lakukan juga kegiatan keterampilan untuk membantu mengekspresikan perasaan si penderita alzheimer.
Ilustrai gerakan aktif bagi lansia dengan alzheimer. (Aging Care)
“Sesuaikan aktivitas dengan kesukaan para lansia. Dan semampu mereka. Cari gerakan yang rileks. Jangan hanya diam saja di rumah, harus tetap aktif,†kata Dokter Spesialis Olahraga dr. Sophia Hage, Sp. KO. kepada JawaPos.com di Jakarta baru-baru ini.
1. Senam Aerobic Sambil Pasang Lagu Kesukaan
Latih lansia di rumah dengan tetap aktif bergerak. Misalnya dengan aerobik. Pasangkan CD agar melatih mereka mendengar musik dan mengingat lirik.
“Atau carikan kelompok senam lansia lain bisa sambil arisan atau kumpul-kumpul bersama,†katanya.
2. Latihan Sederhana dengan Visual
Untuk para lansia dengan Alzheimer dan kondisi tahap lanjut akan susah bagi mereka untuk bergerak optimal. Sebab lansia tahap lanjut biasanya hanya duduk di kursi roda dan mengalami gangguan motorik. Latih mereka dengan cara visual atau mencontohkan, bukan dengan verbal.
“Lansia tahap lanjut agak susah untuk bisa lancar jalan. Jangan memaksa mereka. Bisa lakukan gerakan sambil tiduran, sesederhana latihan dari duduk ke berdiri dari duduk ke tiduran. Atau pakai bola fitnes yang besar ditaruh depan kaki mereka. Kasih tunjuk caranya, ayo tendang, seperti itu agar jauh lebih memahami,†tutur dr. Sophia.
3. Berjoget
Bisa mengajak lansia untuk berjoget atau bergoyang dengan sederhana. Carilah gerakan dansa sesuai versi lansia. Pasang musik kesukaannya sambil mendampingi mereka. Dan jangan lupa memberikan pujian kepada lansia.
“Kalau suka dansa pasangkan musik kesukaannya. Berdiri goyang-goyang sambil pegangan tangan menari-nari. Apapun itu kasih dukungan positif agar happy. Sambil dipuji ya, wah hebat keren dan lainnya,†ungkapnya.
Editor : Deslina
Sumber: jawapos.com
Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…
Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…
Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…
Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.
Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…