Categories: Nasional

Polisi Kejar Pembuat Hoaks Kerusuhan Manokwari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo memastikan bahwa Polri dan TNI sudah mengambil langkah untuk meredam kerusuhan di Papua. Kondisi Jayapura, menurut dia, hingga pukul 16.00 kemarin dipastikan mulai kondusif. Massa berangsur-angsur pulang ke rumah masing-masing. Bahkan, dilakukan pengawalan hingga massa sampai ke kediaman.

“Di Jayapura tidak ada kejadian menonjol,” paparnya.

Untuk wilayah Sorong, Papua Barat, memang terjadi beberapa insiden. Namun, konsentrasi massa tidak besar. Polda setempat juga menilai situasi masih dalam kendali. “Mulai membaik kondisinya,” terang Dedi kemarin sore. Yang masih perlu perhatian, lanjut dia, adalah kondisi di Manokwari.

Dia menjelaskan, Kapolda, Pangdam, dan Wagub telah memiliki kesepakatan dengan perwakilan massa. Namun, masih ada beberapa penggal jalan yang diblokade. “Patroli bersama dilakukan untuk berdialog dengan masyarakat,” paparnya. Tujuannya, blokade jalan dibuka. Juga, meminta massa untuk kembali ke rumah.

Dia mengakui, ada beberapa fasilitas umum di Papua Barat yang jadi sasaran massa. “Lalu, ada beberapa gedung yang rusak. Semua sedang didata,” papar Dedi. Kerusakan gara-gara aksi massa terjadi di beberapa titik. Misalnya, gedung DPRD dan bandara. “Sudah koordinasi juga dengan pemda untuk secepatnya mengaktifkan pelayanan publik yang sempat terbengkalai dan rusak,” jelasnya.

Dedi menambahkan, jumlah korban kerusuhan hingga saat ini masih tiga anggota polisi. Ketiganya mengalami luka lantaran lemparan batu saat dialog antara Kapolda, gubernur, dan massa.

Sementara itu, korban dari masyarakat belum terdata. “Dari masyarakat belum ada laporan,” jelas Dedi. Polri, lanjut dia, tidak hanya fokus untuk meredam kerusuhan. Namun, juga mengidentifikasi pembuat dan penyebar hoaks di dunia maya. “Mereka menyebar hoaks soal kejadian di Surabaya,” urai Dedi.

Saat ini diketahui, video hoaks di YouTube telah dihapus. Namun, jejak digitalnya masih ada. Dia memastikan pembuat hoaks akan diketahui. “Dittipid Siber yang bekerja untuk mengungkap semua itu. Yang jelas, pemilik akun merupakan orang berbeda,” urainya.

Kementerian Kominfo melakukan perlambatan akses internet untuk medsos. Langkah tersebut mirip dengan yang dilakukan pasca kerusuhan 22 Mei 2019. Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu mengungkapkan, pihaknya melakukan throttling alias perlambatan akses atau bandwidth di beberapa wilayah Papua. Terutama di titik-titik aksi massa kemarin (19/8).

“Perlambatan akses dilakukan secara bertahap sejak pukul 13.00 tadi (kemarin, Red),” jelas dia. Tujuannya, mencegah penyebaran hoaks yang memicu aksi lanjutan.

Sejauh ini Kemenkominfo sudah mengidentifikasi dua hoaks. Yakni, hoaks foto warga Papua tewas dipukul aparat di Surabaya dan hoaks yang menyebutkan Polres Surabaya menculik dua pengantar makanan untuk mahasiswa Papua. Pria yang akrab disapa Nando itu mengimbau masyarakat tidak menyebarkan hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian berbasis SARA yang dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwir

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

14 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

15 jam ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

15 jam ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

15 jam ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

1 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

2 hari ago