Categories: Nasional

Positif Omicron Bertambah Tiga Orang

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kasus positif Covid-19 varian Omicron bertambah menjadi tiga. Setelah seorang petugas kebersihan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, dua pasien lainnya memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri. Masing-masing baru datang dari Amerika Selatan dan Inggris.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi mengungkapkan, dua tambahan pasien baru itu merupakan hasil pemeriksaan sampel dari 5 kasus probable Omicron yang sebelumnya diumumkan.

Mereka adalah IKWJ, pria 42 tahun yang baru pulang dari Amerika Selatan serta pria berinisial M berusia 50 tahun yang datang dari Inggris. "Tanggal 16 Desember terdeteksi satu orang. Kemudian bertambah dua lagi hari berikutnya. Dua pasien yang baru sedang menjalani karantina di Wisma Atlet," ungkap Nadia kepada Jawa Pos (JPG), Sabtu (18/12).

Hingga kini tersisa tiga orang kasus probable yang masih dalam proses konfirmasi genome sequencing. “Tanggal 16 kami umumkan 1 confirm, 5 probable. Sekarang menjadi 3 confirm dan 3 lagi probable,” lanjut Nadia.

Dua pasien terbaru terkonfirmasi Omicron setelah menjalani karantina wajib 10 hari seusai kembali dari luar negeri. Hal itu, kata Nadia, menunjukkan bahwa sistem proteksi pemerintah berjalan dengan baik untuk mencegah penularan dari luar negeri.

Nadia mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak melakukan perjalanan ke luar negeri terlebih dulu. Mengingat laju persebaran Omicron terbukti sangat cepat. “Indonesia adalah salah satu negara paling aman dari Covid-19. Jika kita ke luar negeri, kita akan keluar dari zona aman menuju zona berbahaya. Jika kembali, nanti akan berpotensi membawa Omicron ke Indonesia dan pastinya akan merusak situasi yang sudah kondusif ini,” jelasnya.

Terpisah, DPR menilai perlu ada tindakan khusus untuk mencegah meluasnya persebaran Omicron. Salah satunya, mengubah kebijakan pada libur Natal dan tahun baru dengan membatasi warga untuk mudik. "Kita mendorong ada perubahan aturan pada libur Nataru. Mungkin larangan mudik menjadi salah satu cara antisipasi agar varian ini tidak menyebar," kata anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo.

Dia berharap, dengan aturan yang lebih ketat, pemerintah dan masyarakat tidak lagi kecolongan hingga bisa berdampak pada peningkatan kasus positif Covid-19. Kewaspadaan di pintu-pintu masuk pendatang via laut, darat, dan udara juga perlu diperkuat. Setidaknya masyarakat perlu bersabar untuk melancong hingga pemberian vaksin booster yang direncanakan tahun depan.

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Tampil Dominan di Final, Tim Putra SMA Darma Yudha Sabet Juara HSBL 2026 Pekanbaru Series

Tim putra SMA Darma Yudha Pekanbaru keluar sebagai champion Riau Pos-Honda HSBL 2026 Pekanbaru Series…

2 jam ago

Polda Riau Sosialisasi Uji Kompetensi Satpam dan Luncurkan Layanan KTA Keliling

Ditbinmas Polda Riau menggelar sosialisasi Uji Kompetensi Satpam sekaligus meresmikan inovasi pelayanan Perpanjangan KTA Satpam…

3 jam ago

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

1 hari ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

1 hari ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

1 hari ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

2 hari ago