KAPANLAGI.COM
JAKARATA (RIAUPOS.CO) — Pedangdut Jenita Janet masih enggan buka suara seputar alasan perceraiannya dengan sang suami, Alief Hedy Nurmaulid. Kepada awak media, dia mengungkapkan alasan di balik sikapnya tersebut.
"Terlalu dini dan terlalu egois kalau aku mengungkapkan penyebab perceraian kami sekarang," ujar Jenita Janet saat ditemui di Pengadilan Agama Bekasi, Jawa Barat, pada 17 Desember 2019.
Pelantun Direject itu merasa perlu mendengarkan keluhan sang suami dalam persidangan. Apalagi dalam tahap mediasi, masih memungkinkan bagi mereka untuk menemukan jalan keluar terbaik dari permasalahan rumah tangga yang sedang dihadapi.
"Aku pengin mediasi. Jadi, kami bisa mengungkapkan perasaan masing-masing. Nanti, hasilnya bisa disimpulkan bersama," tutur pedangdut yang kerap mengenakan rambut palsu tersebut.
Selain itu, Jenita Janet khawatir apa yang disampaikannya ke publik bisa membuat suaminya terpojok. "Kalau sekarang aku terlalu egois untuk ngomong, nanti akan ada pihak yang merasa dipojokkan," ungkapnya menambahkan.
Terlebih, pedangdut kelahiran Bandung, Jawa Barat itu masih menghargai Alief Hedy Nurmaulid sebagai suaminya. Sekalipun dia memastikan akan sangat sulit bagi mereka untuk mempertahankan pernikahan yang dibangun sejak tahun 2010 tersebut.
Sidang perceraian Jenita Janet yang digelar pada 17 Desember 2019, terpaksa ditunda karena ketidakhadiran Alief. Pria yang pernah menjadi manajer pedangdut bernama asli Jeni Juliana itu merasa kurang bugar setelah menjalani touring.(int/eca)
Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…
Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…
Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…
Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…
Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…
Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…