MATANG: Generasi muda yang turut berunjuk rasa menyiapkan logistik, Minggu (18/8) (Agas Putra Hartanto/Jawa Pos)
HONGKONG (RIAUPOS.CO) — Cathay Pacific telah menerbitkan larangan turut serta berdemonstrasi kepada seluruh stafnya. Larangan dari korporasi yang sudah identik dengan Hongkong itu bisa menggembosi aksi menolak RUU Ekstradisi dari kalangan pekerja.
Beberapa demonstran dari kalangan pekerja pun sengaja tidak memberi tahu ke kantor tempat mereka mencari nafkah. Tommy J, Ken Li, Christian Wu, dan Tim Chan adalah para pekerja yang Jawa Pos temui di Hennessy Road kemarin. Mereka berpakaian serbahitam, mengenakan masker, dan memakai helm.
“Jika izin ke perusahaan, identitas kami akan ketahuan,” terang Tommy. Imbasnya, negara juga akan mengetahui identitas mereka. Sebab, system kependudukan Hongkong sudah terintegrasi dalam satu sistem.
Padahal, dalam melangsungkan aksi protes, Hongkongers sangat menjaga kerahasiaan identitas mereka. Ada ancaman dianggap criminal dan dipenjara apabila terlibat demonstrasi ilegal.
“Kami tidak mau itu terjadi. Semuanya terkait masa depan kami,” kata Tim, pekerja di perusahaan IT.
Dalam pekerjaan, kata Christian, mereka tak ingin mendapat label buruk dari perusahaan. “Apalagi, status kami mahasiswa yang juga bekerja,” ujar Chris, sapaannya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…