Categories: Nasional

KJRI Jeddah: Separuh Pelajar WNI di Jeddah Berstatus Ilegal

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Keberadaan warga negara Indonesia (WNI) ilegal masih menjadi perhatian serius KJRI di Jeddah. Bahkan di sektor pendidikan, sebagian besar pelajar WNI di sana berstatus ilegal. Fenomena ini diungkapkan Konjen RI di Jeddah Hery Saripudin di kampus Universitas Terbuka (UT) Jumat (18/10).

Hery menuturkan di wilayah kerjanya ada dua sekolah Indonesia, yaitu Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) dan Sekolah Indonesia Makkah (SIM). Total siswa WNI di sana mencapai sekitar 1.200 orang.

“Dari 1.200 itu, 51 persen (berstatus, Red) ilegal,” katanya didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik UT Mohamad Yunus.

Meski begitu, Hery mengatakan pemerintah tetap berkewajiban melayani pemenuhan hak asasi mereka, khususnya di bidang pendidikan. Dia mengatakan layanan pendidikan bagi WNI di sana tidak membedakan apakah berstatus ilegal atau tidak.

Hery menambahkan saat ini KJRI Jeddah berupaya membuka akses seluas-luasnya bagi para lulusan SIJ atau SIM untuk menempuh pendidikan tinggi. Baik kuliah di kampus di Indonesia atau tetap di Arab Saudi melalui layanan pendidikan jarak jauh UT.  “Kami sudah bekerja sama dengan empat PTN sebelumnya. Sekarang dengan UT,” tuturnya.

Dia menjelaskan melalui kerja sama dengan sejumlah PTN di tanah air, diharapkan bisa membuka akses anak-anak WNI untuk kuliah. Termasuk mengakses beasiswa Bidikmisi. Menurut dia kemampuan anak-anak WNI itu tidak perlu diragukan, banyak yang sudah hafal Al-Qur’an serta mahir berbahasa Arab.

Menurut Hery akses pendidikan tinggi bagi anak-anak WNI di Saudi cukup penting, sebab bisa memotong mata rangkai kemiskinan. Misalnya ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, anaknya tidak lagi mengikuti jejak ibunya. Begitu juga untuk anak-anak yang orang tuanya bekerja sebagai supir atau sejenisnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UT Mohamad Yunus menyambut baik kerja sama dengan KJRI Jeddah. “Lebih mengutamakan pembelajaran online. Membangun kultur belajar secara mandiri,” katanya.

Yunus menambahkan jaringan UT di luar negeri siap memperluas layanan pembelajaran online. Misalnya untuk ujian online. Layanan UT di Den Haag siap menjadi titik pusatnya, layanan UT di Malaysia dan Singapura sudah siap menjalankan ujian secara online. Sistem ini membuat perkuliahan menjadi semakin efisien.

Editor : Deslina
Sumber: jawapos.com

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

4 jam ago

Pastikan UMK 2026 Dipatuhi, Pemko Pekanbaru Sidak Hotel dan Rumah Sakit

Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…

1 hari ago

Jelang Riau Pos Fun Bike 2026, Peserta Perorangan Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…

1 hari ago

Tersedak Paku Masuk ke Paru-Paru, RSUD Arifin Achmad Tangani Tanpa Operasi

RSUD Arifin Achmad berhasil menangani kasus langka pasien tersedak paku hingga ke paru-paru tanpa operasi…

1 hari ago

Polisi Bongkar Dugaan TPPO di Bengkalis, 12 Orang Diamankan

Polres Bengkalis menggerebek rumah di Bandar Laksamana yang diduga jadi penampungan PMI ilegal. Empat terduga…

1 hari ago

Belajar Jadi Jurnalis, Puluhan Siswa SMP Global Andalan Kunjungi Redaksi Riau Pos

Puluhan siswa SMP Global Andalan mengikuti outing class ke Riau Pos untuk belajar jurnalistik, mengenal…

1 hari ago