Categories: Nasional

Rumah Sakit Apung Doctor Share Bersandar di Sungai Siak, Ini Misinya

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya II bersandar di tepi Sungai Siak dan berlabuh di pelabuhan Pelindo II Pekanbaru, Jumat (18/9/2020) sore. Apa misinya? Kehadiran rumah sakit apung milik organisasi nirlaba Doctor Share tersebut hadir ke Pekanbaru, Riau dalam rangka membantu penanganan corona (Covid-19).

Informasi yang dihimpun Riaupos.co di lapangan, kehadiran rumah sakit apung itu membawa fasilitas medis beserta beberapa crew dan anak buah kapal (ABK) di dalamnya. Namun dari luar, tidak nampak petugas medis satupun yang berada di lokasi.

Sementara, pengakuan salah satu ABK, mereka sedang dikarantina dan belum diperbolehkan turun ke daratan.

"Kami bersandar dulu," ujarnya, Jumat sore.

Pun demikian, para ABK berpakaian bebas itu menyarankan untuk menghubungi koordinator RSA tersebut, dr Stephanie.

Stephanie saat dihubungi mengaku masih berada di Jakarta.

"ABK dan kapal dulu yang dikirim. Pekan depan para dokter akan datang ke Pekanbaru," katanya.

Dijelaskannya, untuk sementara crew dan awak kapal harus karantina dulu dan pembersihan fasilitas dalam kapal, lantaran kapal baru berlayar selama 20 hari. Sementara dirinya belum menjelaskan secara detail tujuan RSA tersebut hadir ke bumi lancang kuning.

"Itu dulu, nanti kami adakan konferensi pers ya dan juga koordinasi ke Dinkes Pekanbaru," tuturnya.

Diketahui, RSA Nusa Waluya II merupakan rumah sakit apung ketiga milik doctorShare. RSA pertama bernama RSA dr Lie Dharmawan founder Doctor Share, RSA kedua bernama Nusa Waluya I.

Nusa Waluya II adalah RSA pertama yang berada diatas kapal tongkang. Kapal itu dimodifikasi dengan diletakan beberapa kontainer sebagai ruangan rawat pasien. Sementara di lambung kapal tersebut terlihat logo Doctor Share beserta lambang palang merah Indonesia.

Laporan: Panji A Syuhada (Pekanbaru)
Editor: Eka G Putra

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

10 jam ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

10 jam ago

Proyek Drainase Mangkrak, Jalan di Perumahan Lumba-Lumba Digenangi Air Kotor

Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…

11 jam ago

Kabel Semrawut di Pekanbaru Bakal Ditanam Bawah Tanah, Penataan Dilakukan Bertahap

Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…

11 jam ago

Sejak Januari, Damkar Pekanbaru Sudah Evakuasi 214 Ular dari Permukiman Warga

Damkar Pekanbaru mencatat 214 evakuasi ular sejak Januari 2026. Ular piton hingga kobra ditemukan masuk…

11 jam ago

Rohul Perkuat Promosi Wisata Lewat Branding Wonderful Indonesia Berbasis Medsos

Pemkab Rohul memperkuat promosi wisata melalui branding Wonderful Indonesia berbasis media sosial untuk mengenalkan destinasi…

11 jam ago