Categories: Nasional

Pemerintah Pilih Social Distancing Ketimbang Lockdown, Ini Alasannya

JAKARTA(RIAUPOS.CO)-Perdebatan wacana lockdown atau isolasi wilayah karena wabah virus corona baru (Covid-19) masih saja bergulir hingga hari ini. Namun belakangan, pemerintah menegaskan diri untuk tidak melakukan upaya preventif tersebut.

Alih-alih justru Presiden Joko Widodo memilih untuk menerapkan social distancing atau pembatasan kegiatan sosial, sebagaimana yang paling awal dijalankan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun demikian, dipilihnya social distancing untuk meminamilisir angka terjangkitnya corona, dikarenakan alasan ekonomis. Tim Pakar Gugus Tugas Percepatanan Penanganan virus corona baru (Covid-19), Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan alasan tersebut dalam keterangan pers di Gedung Graha BNPB, Jalan Pramuka No. 38, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (18/3).

 "Lockdown itu belum diambil oleh pemerintah karena lockdown itu artinya membatasi satu wilayah atau daerah. Itu memiliki implikasi ekonomi implikasi sosial dan implikasi keamanan," kata Guru Besar Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia ini.

Adapun alasan ekonomis dari diambilnya kebijakan social distancing, disebutkan Wiku Adisasmito, dengan cara mempertimbangkan faktor ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah. Di mana menurutnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang pekerjaannya didapatkan dari upah harian. "Social distancing adalah yang paling efektif. Saudara-saudara sekalian sudah memahami bahwa di Indonesia banyak sekali orang yang bekerja dengan mengandalkan upah harian, dan itu juga salah satu yang menjadi kepedulian pemerintah supaya aktivitas ekonominya tetap bisa berjalan," kata Wiku Adisasmito.

 "Karena dengan lockdown orang berada dirumah semua, maka aktivitas ekonominya akan sulit untuk berjalan, dan itu secara ekonomi berbahaya. Maka dari itu, kita belum masuk ke dalam situasi dan kebijakan seperti itu (lockdown)," pungkasnya

Sumber: rmol.id
Editor: Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

16 jam ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

16 jam ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

16 jam ago

Gowes Merdeka 2026 Dimulai, 1.500 Peserta Taklukkan Rute 17 Km di Pekanbaru

Sebanyak 1.500 peserta meramaikan Gowes Merdeka 2026 di Pekanbaru dengan menempuh rute 17 kilometer hingga…

16 jam ago

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

3 hari ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

3 hari ago