Categories: Nasional

Kutuk Serangan Udara Israel ke Palestina

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Indonesia mengutuk serangan udara Israel ke Palestina yang terjadi Jumat (15/11). Anggota Komisi I DPR Sukamta menyampaikan kecaman keras atas serangan tersebut. Dia khawatir serangan tersebut menambah banyak korban warga sipil serta kerusakan bangunan.

Sukamta mengatakan sebelumnya telah terjadi serangan dua hari berturut pada 12-13 November. Atas serangan tersebut otoritas Palestina menyampaikan 34 orang meninggal dan 109 orang lainnya terluka. Korban adalah warga sipil dan juga anak-anak.

’’Dunia internasional harus menekan Israel untuk menghentikan serangan dan melaksanakan gencatan senjata,’’ katanya kemarin (16/11). Selain itu beberapa pihak di Palestina perlu menahan diri untuk tidak melakukan serangan balasan. Politisi PKS itu menegaskan keselamatan warga di Gaza perlu menjadi prioritas.

Dia berharap Indonesia yang sekarang menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dapat berpreran secara maksimal. Untuk mendorong upaya pemulihan keamanan secara lebih permanen dengan menguayakan penyelesaian dua persoalan utama di Palestina. Yakni ketidakadilan di Palestina serta perpecahan dua faksi dan kelompok di Palestina.

Sebelumnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengutuk penyerangan Israel di Palestina yang memakan korban itu. Dia mengatakan penyelesaian konflik kedua negara itu harus menyeluruh dan tuntas. Sehingga kejadian penyerangan tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Dia menjelaskan konsep two state solution harus dijalankan. Sehingga Israel dan Palestina bisa hidup damai dan mengakhiri konflik. Selain itu Ma’ruf juga berharap Palestina sendiri bisa bersatu. Yakni antara Hamas dan Fatah. ’’Mereka saja tidak pernah akur,’’ jelasnya. Ma’ruf mengatakan di dalam negeri Palestina saja tidak bisa menyelesaikan persoalannya.(wan/jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

9 jam ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

9 jam ago

Proyek Drainase Mangkrak, Jalan di Perumahan Lumba-Lumba Digenangi Air Kotor

Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…

9 jam ago

Kabel Semrawut di Pekanbaru Bakal Ditanam Bawah Tanah, Penataan Dilakukan Bertahap

Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…

9 jam ago

Sejak Januari, Damkar Pekanbaru Sudah Evakuasi 214 Ular dari Permukiman Warga

Damkar Pekanbaru mencatat 214 evakuasi ular sejak Januari 2026. Ular piton hingga kobra ditemukan masuk…

10 jam ago

Rohul Perkuat Promosi Wisata Lewat Branding Wonderful Indonesia Berbasis Medsos

Pemkab Rohul memperkuat promosi wisata melalui branding Wonderful Indonesia berbasis media sosial untuk mengenalkan destinasi…

10 jam ago