Categories: Nasional

PSBM Berakhir, Berlakukan Perbup

KAMPAR, (RIAUPOS.CO) -Tidak mudah meubah perilaku kehidupan sehari-hari masyarakat yang terbiasa bebas. Hal inilah yang coba diusahakan Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Kampar saat mengawal pembatasan sosial berskala mikro (PSBM). Hal ini juga dirasakan Tim Satgas yang bertugas di tiga desa di Kecamatan Siak Hulu selama PSBM.

Setelah masker dibagikan, Tim Satgas setiap hari razia, masyarakat tiga desa di Kecamatan Siak Hulu yang masuk penerapan PSBM intensif tersebut sudah rajin membawa masker. Hanya saja, tidak semua warga disiplin menggunakan masker yang mereka bawa. Hal ini juga ditemui oleh Koordinator PSBM Desa Kubang Jata Chalisman.

''Kesadaran masyarakat sudah meningkat, namun harus terus diingatkan. Karena masih ada kami temukan masyarakat ini maskernya dibawa namun hanya dikantongi atau digantung di leher saja. Untuk itu kami mengimbau agar membiasakan perilaku disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,'' ungkap Chalisman.

Tidak ada ampun. Demi menegakkan Perbup Nomor 44/2020, juga terkait PSBM, masyarakat yang hanya menggantungkan masker di leher ini tetap mendapatkan sanski dari petugas. Chalisman, yang merupakan Pejabat Eselon II Pemerintah Kabupaten Kampar terus melakukan razia hingga hari terakhir SPBM pada 14 Oktober 2020 lalu.

Pada hari terakhir itu, berbagai lokasi disisir Tim Satgas yang terdiri dari enam orang. Mereka menyisir jalan, perumahan, sekolah dan tempat-tempat keramaian. Chalisman berharap, dengan dibubarkannya posko seiring berakhirnya masa PSBM, ia berharap masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan. Karena Pandemi Covid-19 belum berakhir.

Kabupaten Kampar pada rentang 1-14 Oktober 2020 lalu hanya menerapkan PSBM khusus bagi enam desa yang berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru. Enam desa tersebut adalah Desa Kubang Jaya, Pandau Jaya dan Tanah Merah yang ada di Kecamatan Siak Hulu. Lalu Desa Tarai Bangun, Rimbo Panjang di Kecamatan Tambang dan Desa Karya Indah di Kecamatan Tapung.

Kendati PSBM telah berakhir, namun Perbup Nomor 44/2020 masih berlaku, begitu juga segala konsekuensinya. Sesuai peraturan itu, para pelanggar protokol kesehatan dapat ditindak dengan teguran, sanksi fisik, hingga denda Rp100 ribu. Sementara pemilik toko dan pusat keramaian lainnya yang melanggar secara berulang berpotensi didenda Rp1 juta.(hen)

Laporan: Hendrawan (Bangkinang)
Editor: Eka G Putra

Pesan Redaksi:

Mari bersama-sama melawan Covid-19. Riaupos.co mengajak seluruh pembaca ikut mengampanyekan gerakan 3M Lawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Ingat pesan Ibu, selalu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak serta hindari kerumunan.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Berdiri di Tanah Pemko, Satpol PP Pekanbaru Bongkar Warung dan Pagar Beton di Rumbai

Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…

13 jam ago

Penggerebekan Narkoba di Rohil Berujung Pembakaran Gudang, Warga Sudah Lama Resah

Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…

13 jam ago

Daftar Calon Rektor Unri, Mexsasai Indra Usung Visi Kampus Berdaya Saing Global

Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…

1 hari ago

Penampilan Dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat Meriahkan HSBL

Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…

1 hari ago

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

2 hari ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

2 hari ago