Categories: Nasional

Tentara India Diminta Hapus Aplikasi Cina

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pihak Angkatan Darat India telah meminta personelnya untuk menghapus 89 aplikasi dari telepon pintar mereka. Dari jajaran aplikasi yang diwajibkan untuk dihapus terdapat nama-nama aplikasi Cina seperti TikTok sampai game PUBG Mobile.

Selain itu, aplikasi termasuk Facebook, Truecaller dan Instagram juga diminta untuk segera enyah dari smartphone para tentara India. Hal ini terkait dengan isi keamanan dan upaya untuk menutup kebocoran informasi.

Dilansir dari kantor berita ANI via FinancialExpress, Kamis (16/7), informasi tersebut dikabarkan mengutip langsung dari sumber Angkatan Darat India. Personel Angkatan Darat India juga telah diminta untuk menghapus aplikasi kencan seperti Tinder, Couch Surfing bersama dengan aplikasi berita seperti Daily Hunt dalam instruksi yang dikeluarkan baru-baru ini.

Berita pembatasan penggunaan aplikasi ini oleh personel Angkatan Darat India datang beberapa hari setelah pemerintah India melarang 59 aplikasi Cina termasuk TikTok, UC News, dan CamScanner.

Daftar aplikasi yang menurut laporan diminta oleh personel militer India untuk dihapus dari ponsel pintar mereka dibagi menjadi beberapa kategori seperti platform pengiriman pesan (Kik, Viber, Hike, dan lainnya), hosting video (TikTok, Likee, dan lainnya), berbagi konten (Shareit, Xender dan lainnya), browser web (UC Browser dan UC Browser Mini), video dan streaming langsung (BigoLive, Zoom dan lainnya), dan aplikasi utilitas (CamScanner, Truecaller, dan lainnya).

Ada juga aplikasi game yang dilarang (PUBG, Mobile Legends, dan lainnya), e-commerce (AliExpress dan lainnya), aplikasi kencan (Tinder dan lain-lain), antivirus (Keamanan 360), aplikasi berita (Perburuan Harian dan lainnya), aplikasi gaya hidup (POPXO), aplikasi musik (Hongaria dan lainnya), dan blog (Reddit dan lainnya).

Facebook adalah salah satu nama terbesar dalam daftar. Begitu juga aplikasi seperti Instagram dan Zoom. Perhatian utama langkah pemerintah untuk melarang 59 aplikasi Cina adalah pengumpulan data pengguna dan pengiriman data tanpa izin ke lokasi di luar India.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

85.425 Kendaraan di Kuansing Nunggak Pajak, Total Tunggakan Tembus Rp20,7 Miliar

Sebanyak 85.425 kendaraan di Kuansing tercatat menunggak pajak dengan total Rp20,7 miliar. Pemilik kendaraan diminta…

6 jam ago

Revitalisasi Pasar Bawah Mangkrak, Wako Pekanbaru Minta Maaf ke Pedagang

Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru baru mencapai 60 persen meski ditargetkan selesai 2025. Wako minta maaf…

8 jam ago

Parkir di Halaman Minimarket Ditagih Rp15 Ribu, Jukir Liar Kabur Saat Didatangi Petugas

Jukir liar diduga meminta tarif parkir Rp15 ribu di Jalan Sudirman Pekanbaru. Dishub turun tangan…

8 jam ago

77 Peserta Lolos ke Tahap Wawancara Seleksi Kepala Sekolah di Inhu, Pendaftarnya Ternyata Minim

Sebanyak 77 peserta mengikuti uji kompetensi seleksi kepala sekolah TK, SD, dan SMP Negeri di…

8 jam ago

Malam Ini! Habib Syech Hadir di Masjid Raya Annur, Warga Diajak Ramaikan Riau Bershalawat

Riau Bershalawat bersama Habib Syech digelar Senin malam di Masjid Raya Annur Pekanbaru. Masyarakat dan…

9 jam ago

Harga BBM Pertamina Terbaru Agustus 2026: Pertamax Turbo Turun Rp1.000 per Liter

Harga BBM non-subsidi Pertamina turun mulai 1 Agustus 2026. Pertamax Turbo, Pertamax, dan Pertamax Green…

9 jam ago