Categories: Nasional

Tangkap Tujuh Pelaku Pengirim TKI Ilegal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Nasib naas terus terjadi pada pahlawan devisa Indonesia. Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim mengungkap empat jaringan perdagangan orang dengan modus pengiriman TKI. Dari 900 korban, dipastikan dua di antaranya meninggal dunia karena disiksa majikan dan meloncat dari jendela rumah majikan.

Direktur Dittipidum Bareskrim Brigjen Nico Afianta menuturkan, untuk kasus pertama korbannya bernama Tasini yang mengalami kekerasan oleh majikan. Bahkan, saat ini dalam kondisi terancam lumpuh. ”Namun, dia berhasil kabur dan melapor ke Kedutaan RI di Arab Saudi,” paparnya.

Setelahnya, Dittipidum mendeteksi pengirimnya merupakan Mamun dan Faisal Fahruroji. Dari pemeriksaan diketahui Mamun telah mengirim setidaknya 500 orang ke Arab Saudi. ”Kalau Faisal sudah 100 orang,” tuturnya.

Korban selanjutnya adalah Nadya Pratiwi. Nadya dikirim timur tengah dan mengalami siksaan. Namun, saat berupaya kabur dari majikannya, Nadya meninggal dunia. ”Dia terjatuh dari jendelan di lantai atas,” paparnya.

Penyidik tidak berhenti melakukan pengejaran terhadap pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap Nadya. Menurutnya, pengirim Nadya telah tertangkap bernama Een Maemunah dan Ahmad Syaifudin. ”Een telah melakukan hal ini sejak 2016 dan telah mengirim 200 TKW , untuk Ahmad Syaifudin mengirim 500 orang,” urainya.

Korban meninggal dunia kedua merupakan Reycal A Fanet. Ironisnya korban merupakan usia anak, pada usia 15 tahun dikirim untuk bekerja di  Turki. Korban meninggal karena kelelahan akibat dipaksa bekerja tanpa istirahat dan hanya diberi makan sehari sekali.

”Kadang juga diberi makan bekas majikannya, terdapat luka bekas siksaan dalam tubuh korban,” ujarnya.

Pengirim dari Reycal merupakan Aan Nurhayati. Pelaku telah mengirim lebih dari 100 orang selama menjadi pengirim TKI ilegal. Untuk kasus terakhir dengan korban perempuan berinisial WW yang ditawari bekerja sebagai baby sister.

”Namun, malah dijadikan pekerja spa dan mengalami pelecehan seksual,” paparnya.

Menurutnya, penyidik tidak hanya berhenti pada pengirim TKI ilegal. Namun, juga berupaya menjerat majikan yang melakukan kekerasan dan kekejian semacam itu. Caranya, dengan meminta kedutaan untuk melaporkan para majikan tersebut. ”Sehingga bisa diproses hukum di negaranya,” jelasnya.(idr/lim)

Editor: Eko Faizin

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

10 jam ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

10 jam ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

10 jam ago

Gowes Merdeka 2026 Dimulai, 1.500 Peserta Taklukkan Rute 17 Km di Pekanbaru

Sebanyak 1.500 peserta meramaikan Gowes Merdeka 2026 di Pekanbaru dengan menempuh rute 17 kilometer hingga…

10 jam ago

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

2 hari ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

3 hari ago