Categories: Nasional

Meneliti Asal Muasal Virus Corona Berkembang

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Peneliti terus meneliti penyebaran wabah virus corona jenis baru asal Wuhan, Cina. Sejak pertama kali ditemukan menyebar, virus yang bernama COVID-19 itu diduga berasal dari kelelawar menular ke manusia. Dan sumbernya berasal dari pasar hewan ekstrem di Wuhan.

Namun, mewabahnya COVID-19 sempat ditengarai dari kebocoran lab. Sampai saat ini penelitian terus dilakukan.
Dilansir dari Mirror, Ahad (16/2), pemerintah Cina mengatakan wabah itu dimulai dari dalam pasar basah di Wuhan. Para ilmuwan dari Universitas Teknologi Tiongkok Selatan di Guangzhou mengatakan, kemungkinan asal virus itu berasal dari Pusat Pengendalian Penyakit Wuhan (WCDC).

Cendekiawan Botao Xiao dan Lei Xiao menerbitkan jurnal penelitian berjudul "Kemungkinan asal mula coronavirus 2019-nCoV di Research Gate. Mereka mengklaim WCDC menjadi "host" hewan di laboratorium untuk tujuan penelitian, termasuk 605 kelelawar yang ditangkap di provinsi Hubei dan Zhejiang.

Laporan tersebut menyebutkan seorang peneliti, yang dikenal sebagai JH Tian, ​​pernah diserang oleh kelelawar dan ada darah kelelawar di kulitnya. Tian mengkarantina dirinya selama 28 hari setelah kelelawar kencing di tubuhnya.

Laboratorium tersebut terletak 280 meter dari pasar basah yang terkenal di Wuhan. Lokasinya berdekatan dengan rumah sakit Union tempat kelompok dokter pertama terinfeksi.

"Masuk akal bahwa virus bocor di sekitar itu. Beberapa hari kemudian sejumlah orang terkontaminasi sebagai pasien awal dalam epidemi ini, meskipun bukti kuat diperlukan dalam penelitian di masa depan," jelas JH Tian.

Laboratorium kedua, terletak sekitar 12 km dari pasar basah. Laboratorium ini melaporkan bahwa kelelawar tapal kuda Cina adalah reservoir alami untuk coronavirus sindrom pernafasan akut (SARS-CoV) yang menyebabkan wabah SARS pada tahun 2003.

Laboratorium tersebut milik Institut Virologi Wuhan dan diklasifikasikan sebagai P4, yakni memiliki tingkat keamanan terbaik di laboratorium biosafety.

Sejak saat itu, wabah telah menyebar ke lebih dari 24 negara di seluruh dunia dan menginfeksi lebih dari 60 ribu orang dan kematian melebihi 1600an jiwa.

Sumber: Jawa Pos
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Kecelakaan Maut di Pekanbaru, Satu Pengendara Motor Meninggal di TKP

Kecelakaan maut di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, pemotor tewas diduga melawan arus usai tabrakan dengan…

18 jam ago

HSBL 2026 Resmi Dimulai, Rengat Jadi Pembuka Ajang Basket Pelajar

HSBL 2026 resmi dimulai di Rengat. Tujuh tim pelajar siap bertanding dalam ajang basket terbesar…

18 jam ago

Cuaca Madinah Tembus 43°C, JCH Riau Alami Gangguan Kesehatan Ringan

Cuaca ekstrem di Madinah capai 43°C, sejumlah jemaah haji Riau alami gangguan ringan. Gelombang I…

19 jam ago

Satpol PP Pekanbaru Tertibkan PKL di Jalan Protokol, Lapak Diangkut

Satpol PP Pekanbaru bongkar puluhan lapak PKL di jalan protokol karena melanggar aturan dan abaikan…

21 jam ago

BBM Langka, Harga Bahan Pokok di Pekanbaru Ikut Merangkak Naik

Harga sembako di Pekanbaru naik akibat BBM langka dan cuaca. Warga manfaatkan pasar murah untuk…

22 jam ago

Minim Marka Jalan, Keselamatan Pengendara di Kuansing Jadi Sorotan

Banyak ruas jalan di Kuansing minim marka dan rambu. Dishub akui keterbatasan anggaran, targetkan perbaikan…

22 jam ago