Categories: Nasional

Banyak Pasien Covid-19 Meninggal dengan Gumpalan Darah di Paru-Paru

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Berbagai kasus kematian akibat Covid-19 umumnya dialami oleh mereka yang berada dalam kelompok rentan seperti lansia atau mereka dengan penyakit penyerta. Dan studi terbaru mengatakan, sebagian besar dari mereka yang meninggal mengalami gumpalan darah atau trombosis di paru-paru

Dilansir dari AsiaOne, Selasa (16/6), studi global pada pasien Covid-19 telah menunjukkan bahwa sekitar 15 persen pasien yang dirawat di rumah sakit dapat mengalami penyakit serius. Dan 5 persen menjadi sakit kritis yang memerlukan ventilasi di unit perawatan intensif (ICU).

Rata-rata pasien meninggal mengalami gagal napas akibat hipoksia atau sepsis, yang mengarah ke koagulasi intravaskular diseminata (DIVC) dan kegagalan multiorgan, atau kombinasi dari semuanya. Menariknya, laporan post-mortem baru menunjukkan bahwa sebagian besar pasien ini meninggal karena trombosis (gumpalan darah) difus, terutama di pembuluh di paru-paru.

Satu penelitian besar di Jerman meneliti serangkaian 184 pasien yang dirawat di ICU, di antaranya emboli paru terjadi pada 25 (14 persen) pasien, kateter terkait trombosis (gumpalan darah) pada dua pasien, dan satu memiliki trombosis vena dalam di kaki. Insiden kumulatif tromboemboli vena adalah 27 persen.

Sebuah penelitian Prrancis yang melakukan skrining ultrasonografi tungkai bawah pada pasien Covid-19 menemukan 70 persen dari mereka dengan tromboemboli vena. Bahkan pada pasien yang secara anti koagulasi profilaksis. Laporan post-mortem baru-baru ini di Italia, Prancis dan Belgia telah menunjukkan insiden trombosis (gumpalan darah) yang tinggi di arteri paru-paru.

Risiko tromboemboli vena (VTE) bisa terjadi karena berbagai faktor. Yaitu termasuk usia yang lebih tua, sepsis, imobilitas, obesitas, jalur intravena dan pneumonia.

Jika mereka dianggap berisiko tinggi untuk trombosis atau mengalami gumpalan darah, maka dokter akan memberikan obat pengencer darah atau antikoagulan secara rutin. Ketika post-mortem selektif dilakukan di negara-negara Eropa baru-baru ini, mengejutkan bahwa trombosis yang meluas adalah penyebab kematian.

Trombosis meluas yang dilaporkan diyakini disebabkan oleh kerusakan pembuluh baik oleh invasi langsung endotelium oleh virus atau oleh sitokin yang dilepaskan oleh respon inflamasi sistemik. Untuk saat ini, sebagian besar pasien secara rutin diresepkan obat pengencer darah heparin.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tak Seramai Tahun Lalu, Animo Pengunjung Festival Bakar Tongkang Rohil Berkurang

Festival Bakar Tongkang 2026 di Bagansiapiapi berlangsung lancar, namun jumlah pengunjung menurun. Tiang tongkang roboh…

20 jam ago

Pendaftaran SPMB SD Pekanbaru Ditutup Hari Ini, Pengumuman Dijadwalkan 3 Juli

Hari terakhir pendaftaran SPMB SD Negeri Pekanbaru diwarnai kedatangan wali murid ke sekolah untuk memastikan…

20 jam ago

Plt Bupati Kuansing Muklisin Imbau ASN Tetap Profesional dan Jaga Pelayanan Publik

Plt Bupati Kuansing Muklisin mengeluarkan enam poin imbauan kepada OPD, meminta ASN tetap bekerja profesional…

20 jam ago

Bupati Kuansing Resmi Tersangka KPK, Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Seret Tiga Orang

KPK menetapkan Bupati Kuansing Suhardiman Amby sebagai tersangka dugaan suap jabatan Sekda. Kasus ini menyeret…

20 jam ago

Ratusan Kendaraan Antre Berjam-jam, Warga Bengkalis Desak Solusi Distribusi BBM

Keterlambatan mobil tangki membuat antrean BBM mengular di empat SPBU Pulau Bengkalis. Warga mendesak pemerintah…

20 jam ago

Masih Tahap Perbaikan, Kendaraan Berat Belum Boleh Melintasi Jembatan Pasir Utama

Perbaikan Jembatan Desa Pasir Utama Rohul masih berlangsung. Kendaraan berat dilarang melintas sementara hingga pekerjaan…

20 jam ago