elon-musk-dunia-tidak-boleh-biarkan-putin-menang
WASHINGTON DC (RIAUPOS.CO) – Salah satu orang terkaya di dunia yang merupakan CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk lantang menyuarakan sikapnya atas perang yang tengah terjadi antara Rusia dan Ukraina. Kini, perang tersebut masuk bulan kedua, dan Elon Musk menyatakan bahwa Putin tidak akan menang.
Musk mengatakan dunia tidak dapat membiarkan Presiden Rusia Vladimir Putin menang. Musk mengatakan, jika Putin lolos begitu saja, ini akan menjadi pesan ke negara lain bahwa mereka bisa melakukan hal yang sama.
Hal itu disampaikan Musk dalam sebuah wawancara dengan Mathias Dopfner, CEO perusahaan penerbitan Jerman, Axel Springer. Dia mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) telah berbuat lebih banyak untuk Ukraina daripada yang terlihat.
Dikutip dari Business Standard, menurut Musk, jika Rusia dibiarkan menduduki Ukraina, maka kelakuan itu nantinya bisa saja menjadi contoh bagi negara lain untuk melakukan hal serupa.
“Namun memang tidak ditunjukkan pada publik. Penting untuk melakukannya dengan serius. Kita tidak bisa membiarkan Putin mengambil alih Ukraina. Ini gila,” kata Musk.
Musk sendiri diketahui sudah ambil bagian dalam membantu Ukraina mengatasi serangan Rusia. Melalui SpaceX, Musk telah menyediakan koneksi internet gratis pada warga Ukraina dengan satelit Starlink. Internet ini juga dipergunakan oleh militer Ukraina secara efektif untuk mengoperasikan drone yang mengincar tentara Rusia.
“Kami sudah berpikir bahwa Starlink mungkin diperlukan dan kami sudah mempersiapkannya untuk memastikan bisa tersedia dengan cepat. Ketika permintaan datang, kami bertindak dengan sangat cepat,” jelas Musk.
Sebagai informasi, sejak konflik yang terjadi akhir Februari lalu itu, internet di Ukraina memang mengalami gangguan besar, bahkan lumpuh. Hal ini terjadi setelah Rusia menyerang infrastruktur telekomunikasi di Ukraina.
“Menara telekomunikasi telah diledakkan atau dihalangi dengan jammer. Memang ada kabel fiber besar tapi juga diketahui Rusia. Sepertinya mereka juga memutus jaringan fiber,” kata Musk.
Hal ini kemudian membuat Ukraina hanya punya sedikit koneksi internet yang masih ada.
“Jadi Starlink mungkin saja (membantu), bahkan memang demikian di beberapa wilayah Ukraina, menjadi satu-satunya koneksi yang tersedia,” tandas Musk.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Edwar Yaman
Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…
Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…
Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…
Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.
Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…