warga-negara-singapura-borong-masker-di-batam
BATAM (RIAUPOS.CO) — Kabar mewabahnya virus corona membuat sebagian warga Batam was-was. Mereka berbondong-bondong membeli penutup mulut atau masker sebagai langkah antisipasi tertular virus mematikan tersebut.
Sejumlah toko peralatan kesehatan maupun apotek di Batam kebanjiran permintaan masker. Salah satunya di Apotek Kimia Farma Jalan Jendral Sudirman Batam Center. Danis asisten apotek Kimia Farma, menyampaikan, meksi kabar virus corona sudah mulai mudar, tapi permintaan masker masih tinggi.
Permintaan tidak hanya dari para wisatawan tapi juga warga Batam. "Masker hampir setiap hari ludes terjual dan setiap hari kita order terus," jelasnya saat ditemuai batampos.co.id (Riau Pos Group), kemarin.
Ia menambahkan pembeli masker paling banyak turis dari singapura, membeli hingga 5 kardus isi 20 pack dengan isi perpaknya 50 pcs.
"Kalau turis asing kan mereka tau, cari masker susah, jadi mereka membeli masker yang tersedia dari berbagai merek dan jenisnya," sambungnya.
Pihaknya pun membatasi jumlah penjualan masker bagi turis asing Singapura. Yaitu hanya lima kardus masker. Dikarenakan warga Batam juga masih banyak yang membutuhkan.
"Untuk warga Batam masih banyak yang membeli masker, dengan merk sensi yang paling banyak diminati," ujarnya.
Ia juga menjelaskan, pihaknya juga hanya menjual masker dalam jumlah tidak banyak. Dikarenakan ongkos pengiriman dari Jakarta cukup mahal.
"Untuk kebutuhan masker sekarang masih dari distributor Batam, dan Pekanbaru," jelasnya.
Sumber: Batampos.co.id
Editor: Rinaldi
Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…
Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…
Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…
Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.
Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…