Categories: Nasional

Widyawati dan Garin Nugroho Raih Penghargaan Tingkat Asia

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Aktris senior Widyawati menerima penghargaan kategori Best Supporting Actress dari Asia Pacific Film Festival yang digelar di Makau, beberapa waktu lalu. Penghargaan tersebut diterimanya berkat perannya dalam film Ambu.

Selain Widyawati, film Kucumbu Tubuh Indahku karya sutradara Garin Nugroho juga meraih penghargaan di ajang tersebut. Film yang sempat diwarnai kontroversi pada waktu penayanganya itu memenangkan kategori Best Original Screenplay.

Deddy Mizwar selaku Ketua Umum Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) menyerahkan piala penghargaan dari Asia Pacific Film Festival kepada Widyawati dan Garin Nugroho. Garin sendiri berhalangan hadir dan diwakili oleh Teuku Rifnu Wikana. Penyerahan piala dilangsungkan di bilangan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (16/1).

Deddy Mizwar dalam kesempatan itu mengatakan bahwa Indonesia memasukkan dua film di ajang Asia Pacific Film Festival. Menariknya dua film tersebut sama-sama memenangkan penghargaan. Deddy Mizwar pun memuji sosok Widyawati yang dinilainya semakin matang sebagai seorang aktris di usianya saat ini.

"Mbak Widya dalam usianya yang matang menunjukkan prestasi kreatif yang luar biasa. Mengukuhkan beliau sebagai aktris terkemuka di Indonesia. Semoga kita ada kesempatan main film bersama lagi. Saya lagi rancang filmnya," ucap Deddy Mizwar.

Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018 itu juga memuji sutradara Garin Nugroho dalam membuat karya film. Menurutnya, film-film karya Garin sangat bagus dan kerap mendapat penghargaan di luar negeri.

"Pak Garin, dia enggak bisa hadir pada hari ini. Beliau memang jarang mendapat penghargaan di Indonesia, tapi sering mendapat penghargaan dalam festival-festival luar negeri. Dia jadi dutanya Indonesia di luar negeri," ungkap Deddy Mizwar.

Widyawati usai menerima piala mengatakan bahwa dirinya senang sekaligus bersyukur bisa mendapat penghargaan Asia Pacific Film Festival.

"Saya bersyukur, dua film yang diajukan dan dua-duanya menang. Ini adalah kemenangan untuk kita semua," ucap Widyawati.

Meski begitu, film Ambu masih menyisakan catatan kurang baik dalam benak Widyawati. Sebab film Ambu ditolak peredarannya di bioskop tanah air dengan dalih film ini menggunakan Bahasa Sunda. Widyawati kemudian membandingkannya dengan film luar yang tidak menggunakan Bahasa Indonesia tapi tetap bisa beredar di bioskop tanah air.

"Karena saya menang, ini kesempatan saya untuk membicarakan kegelisahan saya. Film Ambu tidak beredar. Semoga ke depannya hal itu tidak terulang kembali," ucap Widyawati.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Disdik Tetapkan Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

Kualitas udara Pekanbaru memburuk, siswa PAUD hingga SMP belajar daring dari rumah. MBG tetap disalurkan…

2 hari ago

Pacu Jalur Hari Keempat Memanas, 13 Jalur Berhasil Tembus Final

Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…

3 hari ago

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

5 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

5 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

5 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

5 hari ago