Categories: Nasional

Anggota Separatis Papua Menyerahkan Diri dan Ikrar Setia pada NKRI

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pendekatan intensif selama berbulan-bulan itu membuahkan hasil. Polres Puncak Jaya, Papua, kemarin mengeklaim Demiron Wanda, sosok yang pernah masuk daftar pencarian orang, menyerahkan diri.

Ditandai dengan mencium bendera Merah Putih di Mako Polres Puncak Jaya, Demiron juga menyatakan kembali kepada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Demiron memang anggota kelompok separatis yang disebut pemerintah sebagai kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB). Dia bergabung di KKSB Lani Jaya.

”Yang bersangkutan secara sadar dan ikhlas ingin kembali kepada NKRI dan membuat pernyataan serta menandatangani surat pernyataan bermeterai,” ucap Kapolres Puncak Jaya AKBP Ary Purwanto kepada Cederawasih Pos kemarin (14/9).

Demiron pernah masuk DPO karena terlibat dalam penembakan dan perampasan senjata milik anggota Polres Tolikara, Papua, tujuh tahun silam. Sayang, hingga berita ini diturunkan, Demiron belum bisa dimintai konfirmasi.

Sebelumnya, 8 Juni, Telangga Gire, salah seorang ajudan Goliath Tabuni, juga menyatakan diri kembali ke NKRI. Pernyataan itu dia sampaikan di hadapan Dandim 1714/PJ Letkol Inf Agus Sunaryo di Kampung Distrik Illu, Kabupaten Puncak Jaya.

Langkah Gire itu diikuti tiga koleganya. Mereka juga berikrar kembali ke NKRI.

Mengutip Wikipedia, Goliath Tabuni adalah panglima tinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat. Dia bermarkas dan memimpin perang gerilya di Puncak Jaya.

Kiprah Goliath itu dimulai pada 2004. Dia berjuang bersama Kelly Kwalik, pemimpin sayap militer Organisasi Papua Merdeka. Kelly tewas pada 2009.

Sebelumnya, pada 25 Januari, juga ada dua keluarga beranggota total 12 orang menyerahkan diri. Mereka diterima Komandan Korem 172/Praja Wira Yakti Kolonel Inf Binsar P. Sianipar dan Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru di Pos Kotis Skow, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 328 Dirgahayu. Seperti Gire dkk, dua keluarga itu menyerahkan senjata api yang mereka punya.

Hingga berita ini ditulis, belum didapat konfirmasi langsung dari Gire. Namun, menurut Ary, seperti disampaikan kepadanya, Demiron memohon kepada Kapolda Papua Rudolf Alberth Rodja agar pelanggaran hukum yang pernah dia lakukan sehingga masuk DPO dihapus. ”Dia ingin segera kembali dan melakukan aktivitas bersama masyarakat Gurage, Puncak Jaya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…

23 jam ago

267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

Sebanyak 267 pedagang pasar subuh mendukung relokasi sementara untuk penataan Pasar Induk Tembilahan agar lebih…

23 jam ago

Remaja 13 Tahun Diduga Terseret Arus di Sungai Kampar, Pencarian Masih Berlangsung

Remaja 13 tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Kampar kawasan Kuok. Tim BPBD bersama warga masih…

23 jam ago

SMAN 1 Kuantan Hilir Tumbangkan Runner Up HSBL 2025 di Laga Perdana

HSBL 2026 resmi dimulai di Telukkuantan dengan duel panas dua rival lama, SMAN 1 Kuantan…

1 hari ago

Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

Diskes Riau memastikan belum ada kasus hantavirus di Riau dan mengimbau masyarakat tetap waspada serta…

1 hari ago

Bandara SSK II Tetap Normal saat Long Weekend, Belum Ada Lonjakan Penumpang

Aktivitas penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru saat long weekend Kenaikan Isa Almasih masih normal…

2 hari ago