Categories: Nasional

Penderita Tinnitus Didominasi Laki – Laki

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Yusep Sulistyo sering uring-uringan. Dia tidak bisa tidur karena terganggu dengan telinganya yang berdenging. Dia sangat terganggu dengan kondisi tersebut. ’’Kok bunyinya tambah sering terdengar, nggak sembuh-sembuh,’’ tutur pria yang bekerja sebagai wiraswasta itu.

Yusep lantas periksa ke dokter spesialis THT. Hasilnya, warga Sawahan tersebut menderita tinnitus. Yakni, gangguan dengungan pada telinga. Penyebabnya bisa karena seringnya terkena paparan suara bising.

Sebelum menjadi wiraswasta, dia bekerja di proyek bangunan selama 10 tahun. Namun, hingga kemarin keluhan tinnitus-nya belum hilang. ’’Sekarang sudah berkurang walaupun kadang masih terdengar,’’ ucapnya saat ditemui dalam acara Open House Masalah Pendengaran dan Tinnitus di RS Darmo kemarin (14/9).

Menurut Dr dr Nyilo Purnami SpTHT-KL (K), tinnitus merupakan gejala penyakit tertentu. Misalnya, infeksi telinga, kehilangan pendengaran karena bertambahnya usia, bahkan tumor. Suara yang muncul bukan hanya dengingan, melainkan juga seperti orang mendesis atau bersiul. ’’Bisa terjadi pada salah satu atau dua telinga sekaligus,’’ paparnya.

Gangguan itu sering diabaikan. Jika dibiarkan, kondisi itu akan semakin parah. Jika mendengar bunyi tersebut lebih dari lima menit sekali dalam waktu seminggu, sudah dianggap tidak normal. Lebih dari enam bulan, gangguan tersebut bisa dikategorikan kronis. ’’Tinnitus merupakan gangguan telinga terbanyak yang diderita pasien,’’ ujar Nyilo.

Mayoritas penderitanya adalah laki-laki. Terbanyak pada rentang usia 31–40 tahun. Nyilo mengatakan, tinnitus bisa disebabkan aktivitas sehari-hari. Salah satunya terlalu sering terpapar bunyi-bunyian yang keras. Misalnya, pekerja proyek yang setiap hari mendengar suara keras. Selain itu, penggunaan headset yang tidak dikontrol akan memperparah gangguan tersebut.

Nyilo memberikan saran agar mengontrol gaya hidup. Hindari suara bising, batasi penggunaan headset, serta perbanyak makanan sehat dan rendah garam. ’’Gunakan pelindung di tempat bising,’’ paparnya. 
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Agung Nugroho Wajibkan Seluruh Provider Ikut Bereskan Kabel FO Semrawut di Pekanbaru

Pemko Pekanbaru mewajibkan seluruh provider internet ikut menata kabel fiber optic ilegal. Penertiban dilakukan bertahap…

12 jam ago

Diduga Kompresor Mati Saat Menyelam, Pria di Sungai Indragiri Masih Hilang

Seorang penyelam di Inhil diduga tenggelam setelah kompresor udara mati saat evakuasi kapal. Tim gabungan…

12 jam ago

Lima Tahun Direstorasi, Mangrove Teluk Pambang Bengkalis Kini Jadi Sorotan Dunia

Restorasi mangrove Teluk Pambang di Bengkalis selama lima tahun membuahkan hasil. Kawasan kini pulih, menarik…

12 jam ago

Pemko Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas LGBT, Satpol PP Diminta Perketat Pengawasan

Pemko Pekanbaru menyiapkan pembinaan, penyuluhan, dan penindakan untuk mencegah LGBT dengan melibatkan Satpol PP, mubalig,…

13 jam ago

UPTJJ Wilayah VI Tuntaskan Sejumlah Ruas Jalan Rusak di Rohul

Pemprov Riau mempercepat perbaikan jalan provinsi di Rokan Hulu. Sejumlah ruas telah kembali fungsional, sementara…

13 jam ago

Junaidi Resmi Jadi Tersangka OTT di Siak, Polisi Dalami Dugaan Kasus Kapal Gratis

Polres Siak menetapkan Kadishub Junaidi sebagai tersangka OTT terkait program kapal gratis. Penyidik masih mendalami…

14 jam ago