Categories: Nasional

Honorer Minta PGRI Ikut Demo PPPK

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Honorer K2 di bawah komando Titi Purwaningsih mendesak Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) untuk ikut aksi demo besar-besaran PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja). Alasannya, Ketum PB PGRI Unifah Rosyidi yang sejak awal menyarankan honorer K2 usia di atas 35 tahun ikut tes PPPK.

Kini, saran tersebut sudah dilakukan honorer K2. Namun, nyatanya sampai 15 Februari 2020 tidak ada kepastian. "Teman-teman mendesak PGRI harus ikut dalam demo PPPK. Sudah cukup negosiasi setahun tetapi hasilnya nihil," kata Titi selaku ketum Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) kepada JPNN.com, Sabtu (15/2).

Titi menilai permintaan honorer K2 itu sah-sah saja. Di awal perjuangan, honorer K2 menolak keras PPPK. Namun, akhir 2018 Presiden Joko Widodo mengeluarkan PP Manajemen PPPK.

"Ketum PB PGRI salah satu pencetusnya. Kami hanya minta pertanggungjawaban. Jangan kami diseret-seret ke PPPK tetapi sampai sekarang ditelantarkan," ucapnya.

Titi lantas mengenang perjuangan Ketum PB PGRI almarhum Sulistyo yang getol mengajukan honorer K2 sebagai PNS. Gelombang perjuangan itu mereda setelah berganti kepemimpinan.

Unifah tipe pemimpin yang tidak mau melakukan aksi demo. Dia lebih memilih pendekatan persuasif.

Unifah juga yang menyarankan honorer K2 menerima solusi PPPK untuk sementara waktu sembari menunggu revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN). Revisi ini merupakan pintu masuk honorer K2 menjadi PNS.

"Ayo Bu Uni, kalau peduli dengan nasib PPPK dampingi kami demo depan Istana. Sama-sama kita minta presiden segera menerbitkan Perpres PPPK," tandasnya. (esy/jpnn)

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

5 jam ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

6 jam ago

Proyek Drainase Mangkrak, Jalan di Perumahan Lumba-Lumba Digenangi Air Kotor

Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…

6 jam ago

Kabel Semrawut di Pekanbaru Bakal Ditanam Bawah Tanah, Penataan Dilakukan Bertahap

Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…

6 jam ago

Sejak Januari, Damkar Pekanbaru Sudah Evakuasi 214 Ular dari Permukiman Warga

Damkar Pekanbaru mencatat 214 evakuasi ular sejak Januari 2026. Ular piton hingga kobra ditemukan masuk…

6 jam ago

Rohul Perkuat Promosi Wisata Lewat Branding Wonderful Indonesia Berbasis Medsos

Pemkab Rohul memperkuat promosi wisata melalui branding Wonderful Indonesia berbasis media sosial untuk mengenalkan destinasi…

6 jam ago