Categories: Nasional

Jangan Sampai Diamputasi Karena 7 Hal Ini

(RIAUPOS.CO) — Diabetes yang tidak diobati bisa menyebabkan komplikasi hingga kecacatan pada penderitanya. Salah satu komplikasi diabetes yang umum adalah ulkus (luka) kaki diabetik yang terjadi sebagai akibat dari kerusakan jaringan kulit hingga memperlihatkan lapisan-lapisan di bawahnya. Jika sudah sangat parah, amputasi adalah solusi satu-satunya.

Dilansir dari Boldsky, Kamis (14/11), jenis-jenis ulkus kaki diabetes seperti Ulkus Neuropatik terjadi ketika ada neuropati diabetik perifer. Ulkus Iskemik terjadi ketika ada penyakit arteri perifer. Ketika seseorang memiliki kedua neuropati diabetes perifer dan borok iskemik, borok neuroischemic bisa terjadi.

Gejalanya seteah timbul luka adalah mati rasa di daerah kaki, melepuh atau luka yang tak terasa nyeri. Sensasi kesemutan, garis-garis merah, perubahan warna kulit, panas dingin, dan demam. Kondisi ini juga memicu gula darah tak terkendali. Faktor risiko atau penyebabnya bisa karena kebersihan yang buruk, sepatu lembab, tidak memotong kuku kaki dengan benar, kegemukan, hingga rokok.

"Biasanya pasien diabetes dengan ada luka pada kaki bisa diamputasi. Itu dilakukan jika sudah timbul infeksi jika infeksi sudah nggak teratasi," tegas
Koordinator Dalam Negeri PB PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) Prof. Dr. dr. Pradana Soewondo, Sp.PD, KEMD kepada.

Namun, lanjutnya, jika memang ada luka dan ketahuan serta gula darahnya terkendali, umumnya bisa dicegah. Intinya jangan sampai terlambat. "Jika cepat diobati dan gula darah terkontrol bisa dicegah," jelasnya.

Sebaliknya, amputasi bisa terjadi ketika penyakitnya memang tak bisa dikontrol dan sudah menyebabkan infeksi yang parah. Kaki adalah organ paling rentan mengalami luka pada pasien diabetes.

"Mengapa kaki? Karena pembuluh darahnya panjang ke kaki. Kemungkinan ada sumbatan lebih panjang lebih mungkin terjadi di kaki. Pada tangan juga bisa terjadi," jelasnya.

Berikut adalah 7 gejala yang tidak boleh didiamkan penderita diabetes untuk menghindari opsi amputasi:

1. Pembengkakan di kaki atau pergelangan kaki

2. Perubahan warna kulit di kaki

3. Kuku kaki tumbuh ke dalam

4. Perubahan suhu di kaki

5. Kulit kering dan pecah-pecah pada tumit

6. Luka terus menerus di kaki

7. Nyeri atau kesemutan di kaki atau pergelangan kaki.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Tersangka Kasus Ijazah, Oknum DPRD Pelalawan Jalani Pemeriksaan

Oknum anggota DPRD Pelalawan jalani pemeriksaan usai ditetapkan tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah milik orang…

6 jam ago

Gasak 54 Tandan Sawit, Dua Warga Alam Panjang Diciduk

Dua warga Alam Panjang, Kampar, diamankan usai kepergok mencuri 54 tandan sawit. Pelaku diserahkan warga…

6 jam ago

Anggaran Bergeser, Belasan Ruas Jalan Meranti Diprioritaskan 2026

DPUPR Meranti menyusun prioritas peningkatan dan rekonstruksi jalan 2026 pascapergeseran anggaran, sejumlah ruas terpaksa ditunda.

7 jam ago

Dishub Kuansing Kembali Pasang Portal, Truk Bermuatan Berat Dibatasi

Dishub Kuansing kembali memasang portal jalan di Teluk Kuantan untuk membatasi kendaraan bermuatan berat dan…

7 jam ago

PTPN IV PalmCo Konsisten Dampingi Pemulihan Banjir Aceh Tamiang

PTPN IV PalmCo konsisten mendampingi pemulihan Aceh Tamiang sejak banjir bandang 2025, fokus pada anak,…

11 jam ago

Angkat Cita Rasa Melayu, Batiqa Hotel Hadirkan Patin Lancang Kuning

Batiqa Hotel Pekanbaru menghadirkan Patin Lancang Kuning lewat program Jelajah Rasa Nusantara, kolaborasi dengan nelayan…

13 jam ago