Categories: Nasional

Fasilitas Banyak Rusak, Bandar Bakau Ditutup

DUMAI (RIAUPOS.CO) — Bandar Bakau selama ini menjadi salah satu objek wisata alam di tengah Kota Dumai. Pohon-pohon bakau atau mangrove berbagai jenis berada di obyek wisata tersebut. Namun, sayangnya tempat wisata yang  ramai dikunjungi masyarakat ini, fasilitasnya banyak yang rusak.

Pengelola Bandar Bakau, Darwis Muhammad Saleh mengatakan, Bandar Bakau sudah ditutup untuk umum sejak Februari lalu. "Penutupan ini karena sudah ada insiden pada awal tahun 2020, di Bandar Bakau," sebutnya m

Ia  menjelaskan, insiden yang terjadi yakni pengunjung Bandar Bakau yang terjatuh di kawasan tersebut. Hal itu diakibatkan kondisi jalan yang terbuat dari kayu telah lapuk. Sehingga, satu keluarga terjatuh. "Untung mereka semua selamat," sebutnya.

Dengan ada insiden tersebut, ditambah kondisi jalan kayu di kawasan Bandar sudah banyak yang lapuk dan berlubang, akhirnya pada Februari 2020 Bandar Bakau ditutup untuk umum, hingga saat ini. Ia mengatakan, ada sekitar 680 meter jalan di dalam Bandar Bakau yang kondisinya sudah memprihatinkan dan sangat berbahaya bagi pengunjung.  

"Kami  minta kepada pemerintah dan perusahaan yang ada di Dumai, untuk ikut memperbaiki. Karena memang selama ini kami mengelola secara mandiri," sebutnya.

Disambungnya lagi, jika kondisi ini terus berlarut, bisa jadi, pada hari -hari besar dan libur panjang, masyarakat tidak bisa menikmati indahnya Bandar Bakau. "Apalagi, saat ini Tol Pekanbaru-Dumai sudah beroperasi. Tentu Bandar Bakau bakal jadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat dari luar Kota Dumai," sebutnya.

Sementara, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Diskopar) Dumai, Syamsuddin, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. "Kami minta pengelola Bandar Bakau, bisa mengusulkan dalam musrembang tingkat kelurahaan, kecamatan sehingga bisa masuk dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Dumai," tutupnya. (azr)

Laporan: HASANAL BULKIAH (Dumai)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

6 jam ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

6 jam ago

AI Makin Canggih, Jurnalis Diingatkan Jangan Sampai Kalah dan Kehilangan Fakta

AI membantu kerja jurnalistik, tetapi jurnalis tetap wajib menemukan, memverifikasi, dan mempertanggungjawabkan fakta di tengah…

6 jam ago

Operasional 15 SPPG di Riau Dihentikan, Ini Alasan BGN

BGN menghentikan sementara 129 SPPG, termasuk 15 di Riau, karena belum memiliki Surat Penetapan KPM…

7 jam ago

Eks Kuasa Hukum PT SPRH Dituntut 14 Tahun, Kerugian Negara Capai Rp64,2 Miliar

Mantan kuasa hukum PT SPRH Zulkifli dituntut 14 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI…

11 jam ago

Kabut Asap Kepung Pekanbaru, 21 Puskesmas Kini Disiagakan 24 Jam

Pemko Pekanbaru menyiagakan 21 Puskesmas untuk menangani dampak kabut asap Karhutla dan memastikan pelayanan kesehatan…

11 jam ago