JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Grup band Cokelat baru saja merilis lagu berjudul "Anak Garuda". Lagu ini terinspirasi dari semangat masyarakat Indonesia yang pantang menyerah di kala pandemi.
"Kami berinisiatif merilis anthem "Anak Garuda", ini adalah simbol spirit seluruh manusia Indonesia. Jati diri kita yang benar-benar pantang menyerah," ujar bassis Cokelat, Ronny Febry Nugroho melalui keterangan resminya, Jumat (14/8).
Lagu tersebut diciptakan oleh Julianto Eka Putra, pendiri Yayasan Selamat Pagi Indonesia (YSPI) yang berlokasi di Kota Batu, Jawa Timur. Pada akhir 2019, lagu ini direkam oleh Cokelat untuk kebutuhan theme song film layar lebar dengan judul sama.
"Lagu ini berkarakter rock alternatif, menyajikan aransemen yang variatif, memperdengarkan berbagai bentuk bagan per bagan lagu khas ala Cokelat. Kesatuan musik dan vokal lagu ini bertujuan untuk membuatnya menjadi dinamis, agar pendengar bisa tumbuh rasa semangat dan bangga terhadap Indonesia," kata gitaris Cokelat, Edwin Marshal.
Cokelat kini beranggotakan Edwin Marshal (gitar), Ronny (bass), Ernest Syarif (gitar), Axel Andaviar (drum) dan Aiu Ratna (vokal). "Anak Garuda" merupakan sebuah jembatan menuju karya-karya terbaru dari Cokelat.
Aiu Ratna mengaku pengalaman pertamanya rekaman bersama Cokelat ini sebagai pengalaman yang seru. Karakter lagu "Anak Garuda" memicunya untuk bersemangat saat mengeksekusi vokal.
"Selama ini aku belum pernah menyanyikan lagu yang butuh semangat menggebu-gebu. Biasanya kan kebanyakan yang sedih atau yang marah. Aku juga suka banget lagu "Anak Garuda" ini karena selain liriknya bagus, nada dan musiknya juga enak dan menggemparkan. Ya ini pengalaman yang seru," ujar Aiu.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Atlet difabel asal Rokan Hulu, Niken, sukses meraih empat medali di ASEAN Para Games 2025…
Pemkab Inhu lakukan tes urine terhadap 29 anggota Satpol PP sebagai langkah deteksi dini narkoba…
Enam pelaku pencurian dengan kekerasan di Jalan Lingkar Pasirpengaraian ditangkap polisi. Aksi mereka sempat meresahkan…
Oknum anggota DPRD Pelalawan jalani pemeriksaan usai ditetapkan tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah milik orang…
Dua warga Alam Panjang, Kampar, diamankan usai kepergok mencuri 54 tandan sawit. Pelaku diserahkan warga…
DPUPR Meranti menyusun prioritas peningkatan dan rekonstruksi jalan 2026 pascapergeseran anggaran, sejumlah ruas terpaksa ditunda.