ratusan-warga-antar-eril-ke-peristirahatan-terakhir
BANDUNG (RIAUPOS.CO) – Tak ada komando. Ratusan warga serempak antarkan Emmiril Khan Mumtadz (Eril) ke peristirahatan terakhirnya, Senin (13/6). Dari Gedung Pakuan, perjalanan jenazah Eril menuju Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilepas oleh puluhan warga yang sengaja datang.
Tak disangka, sepanjang perjalanan, masyarakat pun tumpah ruah di jalan. Mereka menunggu iringi-iringan mobil jenazah melintas untuk ikut melepas kepergian putra sulung dari sang pemimpin tercinta, Ridwan Kamil (RK).
Lambaian tangan, bendera kuning, hingga flyer mereka tujukan pada RK yang berada di mobil jenazah bersama sang istri Atalia Praratya dan sang putri Camillia Laetitia Azzahra. RK pun tampak membalas dengan lambaian pada masyarakat yang datang.
Kondisi yang sama terjadi di area sekitar pemakaman. Masyarakat berdesak-desakan di luar pagar area pemakaman berharap bisa mengikuti prosesi pemakaman. Bahkan, sejumlah warga nekat turun ke sawah yang berada di dekat area pemakaman. Lokasi pemakaman sendiri memang dikelilingi persawahan. Ada sungai kecil dan pemandangan Gunung Puntang yang menjulang.
Doa-doa yang dipanjatkan tak hanya berhenti di sana. USai prosesi pemakaman oleh pihak keluarga, masyarakat diperkenankan mendoakan langsung di pusara Eril.
Kesempatan tersebut benar-benar disambut baik oleh masyarakat. Begitu gerbang dibuka, lautan manusia langsung membanjiri arah pusara Eril. Awalnya, sempat dibuat sistem antrian untuk para pelayat. Namun, karena jumlahnya yang terus bertambah, antrian pun bubar.
Kondisi sempat chaos saat mereka berebut mendekat ke pusara. Panitia bahkan berulang kali mengingatkan agar masyarakat tertib karena tanah masih basah. Dikhawatirkan, tanah pusara rusak karena antusiasme masyarakat yang terlalu besar.
Ummah, 70, tampak menangis memandangi foto Eril saat menunggu giliran mendekat ke pusara. Warga Pasirhuni, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bogor itu datang bersama keluarga dan tetangganya. Ia sengaja datang sejak pukul 06.00 WIB agar bisa masuk area pemakaman dan mendoakan alm Eril secara langsung. "Ya Allah. In sya Allah diangkat nya bageur. Husnul khotimah," gumamnya sambil mengusap air matanya.
Tak jauh beda, Endah Hertina bersama sang anak sengaja berangkat pagi buta dari Sumedang. Tujuannya hanya satu, bisa ikut mendoakan secara langsung alm Eril dan memberikan dukungan untuk Gubernur kebanggaannya. "Saya berangkat pukul 02.00 WIB pagi dari rumah," tuturnya.
Sampai di sana, dia langsung ikut tahlilan yang dipimpin oleh salah satu warga. Mereka berganti-gantian mendekat dan mengirimkan doa. Melihat antusiasme tersebut, salah satu orang terdekat alm Eril, Hendar Zaehanan mengaku tak menduga atas banyaknya warga yang datang ke pemakaman. Perasaan haru pun kian tak terbendung.
"Aa’ tuh bukan siapa-siapa, bukan pejabat atau apa tapi yang mendoakan begitu banyak. Saya bangga, bangga sekali," paparnya. Ia meyakini, ini bukti dari kebaikan-kebaikan yang Eril lakukan semasa hidup.
Usai pemakaman sang putra Emmiril Khan Mumtadz (Eril), Senin (13/6), Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) izin melanjutkan hidup pada almarhum anak sulungnya. Semangat hidup almarhum sang putra akan terus mengiringi langkah mereka.
Ungkapan tersebut disampaikan RK dalam unggahan Instagram-nya. Dia menuliskan pesan perpisahan untuk alm sang putra. "Dear Eril, selamat beristirahat dengan tenang sekarang. Doa-doa kami akan selalu menerangi alam kuburmu," tulisnya, Ahad (13/6) malam. (mia/syn/idr/jpg)
Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…
Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…
Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…
Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.
Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…