selain-corona-kongo-juga-dihantam-ebola
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Republik Demokratik Kongo harus menghadapi dua wabah sekaligus. Selain diserang virus corona jenis baru atau Covid-19, negara di Benua Afrika tersebut juga menghadapi kemunculan penyakit Ebola. Hingga Selasa (14/4), Kongo melaporkan 60 kasus positif Covid-19 dengan jumlah meninggal 5 orang.
Belum selesai pandemi Covid-19, otoritas kesehatan Kongo mencatat kasus baru Ebola ketiga pada Senin (13/4). Kasus ketiga Ebola menjangkiti seorang anak perempuan berusia 7 tahun yang mulai menunjukkan gejala seusai mengunjungi pusat kesehatan yang sama seperti dua kasus sebelumnya.
Setelah lebih dari tujuh pekan tanpa infeksi baru Ebola, Kongo pada Ahad sebenarnya berencana menandai berakhirnya wabah virus mematikan tersebut. Namun, pada Jumat kemarin satu kasus dilaporkan di Kota Beni. Seiring berjalannya waktu, kini ada 3 kasus Ebola yang dikonfirmasi.
Ketiga pasien dalam kasus baru Ebola tersebut mengunjungi Pusat Kesehatan Horizon di Beni. Pasien ketiga mulai mengalami gejala pada 11 April. Hal itu disebut memiliki kesempatan bagus untuk bertahan hidup dan tidak dianggap begitu menular.
"Kami rasa, kami akan segera mencegah wabah ini," kata Boubacar Diallo, wakil manajer. Peristiwa ini menurut WHO juga untuk tanggap Ebola seperti dilansir Reuters.
Belum diketahui pasti bagaimana kasus pertama, tukang listrik berusia 26 tahun, tertular virus Ebola. Dia dikabarkan tidak melakukan kontak dengan pasien Ebola lainnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…
Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…
Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…
JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…
Honda Bikers Fun Motour Camp 2026 di Kampar diikuti 100 bikers Hobiku, padukan touring, camping,…
BPJS Kesehatan keluarkan Rp50,2 triliun untuk 59,9 juta kasus penyakit kronis sepanjang 2025, jantung tertinggi.