Categories: Nasional

Serda Imam Tewas saat Latihan Tarung Derajat

MEDAN (RIAUPOS.CO) – Kabar duka tersiar dari Markas Kompi B Yonif 122 TS, Dolok Masihul, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara. Salah satu prajuritnya, Serda Imam Berkat Gea tewas saat menjalani latihan tarung derajat pada Senin (4/11).

Kapendam I/Bukit Barisan (BB) Kolonel Inf Zeni Djunaidhi mengatakan, dari hasil visum yang dilakukan, dipastikan Serda Imam meninggal karena murni kecelakaan dalam latihan beladiri, dan tidak ada faktor kesengajaan.

“Kami di sini mewakili Pangdam I/BB mengucapkan turut belasungkawa atas meninggalnya prajurit Yonif 122/TS,” ujar Zeni kepada wartawan, Rabu (13/11).

Sementara itu terkait adanya bekas jahitan di leher Serda Imam, dipastikan bukan hasil kekerasan. Melainkan bekas suntikan formalin yang dimasukan ke pembuluh vena, guna mengawetkan jenazah. Supaya saat dikirim ke keluarga setelah diotopsi, kondisi jenazah masih utuh.

“Ini kan suasana berduka, hormati dan beri motivasi keluarga yang ditinggalkan. Alangkah bijaknya suasana berkabung ini diisi dengan doa,” imbuh Zeni.

Oleh karena itu, Zeni meminta agar kabar meninggalnya Serda Imam tidak lagi menjadi polemik. “Jenazah diantarkan langsung oleh Danyonif 122/TS dan anggotanya. Pihak keluarga menerima dengan ikhlas, dan memar di kepala bagian belakang akibat mendiang terjatuh saat latihan itu juga, tidak ada indikasi apapun ini murni kecelakaan latihan,” jelasnya.

Meski begitu, Zeni memastikan jajarannya akan bersikap profesional. Apabila memang ditemukan bukti kuat bahwa ada kejanggalan dalam kematian Serda Imam, maka akan langsung ditindaklanjuti. “Sekali lagi saya tegaskan ini murni latihan,” ungkapnya.

Sementara itu, Danpomdam I/BB Kolonel CPM Sudarman Setiawan menyampaikan, jajarannya sudah diperintahkan oleh Pangdam I/Bukit Barisan untuk menurunkan tim investigasi guna menyelidiki lebih mendalam kasus kematiaj Serda Imam.

“Apabila ada ditemukan fakta kelalaian dalam kejadian tersebut, maka kita akan proses dan penanganan investigasi meninggalnya Serda Iman sampai saat ini masih dilakukan investigasi,” sambung Sudarman.

Berdasarkan keterangan Kakesdam I/BB, pemberian formalin dilakukan untuk mengawetkan jenazah. Karena dilakukan otopsi terlebih dahulu sebelum dipulangkan kepada keluarga di Nias.

“Untuk jenazah yang akan dimakamkan dalam beberapa hari dilakukan pengawetan dengan suntikan formalin, dan ada beberapa cara pengawetan jenazah yaitu melaui suntikan formalin. Semua tergantung dengan berapa lama jenazah mau dimakamkan,” pungkasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

6 jam ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

7 jam ago

AI Makin Canggih, Jurnalis Diingatkan Jangan Sampai Kalah dan Kehilangan Fakta

AI membantu kerja jurnalistik, tetapi jurnalis tetap wajib menemukan, memverifikasi, dan mempertanggungjawabkan fakta di tengah…

7 jam ago

Operasional 15 SPPG di Riau Dihentikan, Ini Alasan BGN

BGN menghentikan sementara 129 SPPG, termasuk 15 di Riau, karena belum memiliki Surat Penetapan KPM…

7 jam ago

Eks Kuasa Hukum PT SPRH Dituntut 14 Tahun, Kerugian Negara Capai Rp64,2 Miliar

Mantan kuasa hukum PT SPRH Zulkifli dituntut 14 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI…

12 jam ago

Kabut Asap Kepung Pekanbaru, 21 Puskesmas Kini Disiagakan 24 Jam

Pemko Pekanbaru menyiagakan 21 Puskesmas untuk menangani dampak kabut asap Karhutla dan memastikan pelayanan kesehatan…

12 jam ago