Categories: Nasional

Kemenkes RI Beri Penghargaan GP2SP kepada PT RAPP

JAKARTA (RIAUPOS.CO) —  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia memberikan penghargaan Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP) pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 tahun 2019 kepada PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada instansi yang berjasa dalam pembangunan bidang kesehatan. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Dirjen Kesehatan Masyarakat, dr  Kirana Pritasari kepada HR Manager RAPP, Elwan Jumandri didampingi Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Drg  Kartini Rustandi  M Kes.

Penilaian kegiatan GP2SP ini didasari empat fokus utama yakni fasilitas ruang pemberian ASI, kesehatan reproduksi, pemberian gizi dan pencegahan penularan penyakit.

Penilaian dilakukan kepada setiap perusahaan, sehingga diharapkan dapat mendukung dan mengupayakan kesehatan bagi pekerja perempuan. Di antaranya penyediaan ruangan untuk pekerja yaitu ruang laktasi untuk memberikan atau memerah ASI bagi yang punya bayi.
Kemudian mengupayakan kesehatan reproduksi, memberikan gizi yang baik bagi pekerja dan upaya lainnya dalam rangka mencegah penularan penyakit bagi perempuan di tempat kerja.

Elwan mengatakan pi­haknya sangat komit mendukung program pemerintah di bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan mendukung GP2SP. Beberapa program yang telah dilaksanakan seperti mendatangkan dokter spesialis kandungan di klinik komplek perusahaan tiga kali seminggu.

"Saat ini ada 40 klinik perusahaan yang tersebar di seluruh daerah operasional. Perusahaan juga menyediakan vitamin penambah darah untuk perempuan bekerja," jelas Elwan.

Disebutkan Elwan, RAPP juga menyediakan ruangan laktasi untuk ibu menyusui. Para pekerja perempuan diizinkan untuk pumping ASI ketika jam kerja. Hal ini dilakukan agar para ibu tetap bisa memberikan ASI ekslusif kepada anaknya walaupun bekerja.

"Karyawan hamil diberikan pita khusus berwarna kuning yang menandakan bahwa karyawan tersebut sedang hamil. Jadi karyawan lain dan atasan mereka tahu jika perempuan tersebut sedang hamil dan tidak diberikan pekerjaan yang berpotensi mengganggu kandungannya," terang Elwan.

Elwan melanjutkan program terbaru adalah bank sampah. Para pekerja perempuan dan istri karyawan diberi kesempatan untuk menjadi produktif dengan mengubah sampah menjadi barang yang bernilai. "Lainnya seperti hak pekerja perempuan ini dimasukkan dalam perjanjian bersama serikat pekerja. Ada juga Ikatan Wanita Riau Andalan (IWARA) yang beranggotakan istri dan karyawan. Mereka miliki program kerja tersendiri terutama untuk kegiatan sosial," terangnya.(rls/gem)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Berdiri di Tanah Pemko, Satpol PP Pekanbaru Bongkar Warung dan Pagar Beton di Rumbai

Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…

5 jam ago

Penggerebekan Narkoba di Rohil Berujung Pembakaran Gudang, Warga Sudah Lama Resah

Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…

5 jam ago

Daftar Calon Rektor Unri, Mexsasai Indra Usung Visi Kampus Berdaya Saing Global

Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…

17 jam ago

Penampilan Dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat Meriahkan HSBL

Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…

24 jam ago

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

1 hari ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

1 hari ago