Categories: Nasional

Dana Otsus Harus Berdasarkan Perencanaan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Rencana evaluasi total dana otonomi khusus Papua yang dicanangkan Presiden Joko Widodo mendapat respon positif dari pemerhati otonomi daerah. Evaluasi tersebut diharapkan dapat memperbaiki tata kelola dana otsus yang sudah belasan tahun berjalan tidak efisien.

Presiden Institut Otonomi Daerah Djohermansyah Djohan mengatakan, keputusan untuk mengevaluasi sangat tepat. Sebab, setelah hampir Rp100 triliun dana otsus digelontorkan pemerintah sejak tahun 2001, manfaatnya belum dapat dirasakan.

“Belum mampu membuat kemiskinan turun signifikan, pendidikan di Papua belum meningkat, kesejahteraan dan sebagainya,” ujarnya kepada JPG, kemarin (12/10).

Sebelumnya, kepastian mengevaluasi total dana otsus disampaikan Presiden Jokowi usai menerima kunjungan siswa-siswi Papua di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10) lalu. Jokowi mengatakan dana otsus memberikan manfaat ke tanah Papua, namun pelaksanaannya perlu dievaluasi agar lebi tepat sasaran.

“Akan ada evaluasi total dan ada koreksi-koreksi selama perjalanan ini. Apa yang masih bisa diperbaiki, yang mana kita perbaiki, akan kita evaluasi,” ujarnya.

Djohermansyah mengatakan, sistem dana otsus yang berjalan selama ini memiliki banyak kekurangan. Mulai dari tidak adanya perencanaan penggunaan, monitoring yang lemah, hingga evaluasi yang tidak berjalan. Imbasnya, penggunaan sulit terkontrol.

Oleh karenanya, jika evaluasi dilakukan, maka kelemahan-kelemahan tersebut harus ditambal. Mantan Dirjen Otonomi Daerah itu mengusulkan, jika dana otsus dilanjutkan, maka harus ada perencanaan yang jelas yang disusun pemerintah pusat bersama pemerintah daerah.

“Misalnya 20 tahun diberikan itu untuk apa saja, di-breakdown per lima tahun target-targetnya,” imbuhnya. Dengan cara tersebut, efektifitasnya dapat diukur. Kalaupun tidak berjalan maksimal, maka bisa dievaluasi.

Untuk mempermudah monitoringnya, Djohermansyah menilai dana otsus harus dipisahkan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebab jika dicampurkan, maka akan sulit dalam menilai penggunaan dan efektifitasnya.

“Dibuat penganggaran sendiri, jangan dicampur PAD (Pendapatan Asli Daerah), DAU (Dana Alokasi Umum). Kalau dicampur kita ga tahu dana otsus dan dana pembangunan di mana,” kata dia. Semua perubahan tersebut dapat diatur melalui revisi UU Otsus papua yang memang sudah layak untuk diubah agar relevan dengan zaman.

Dia menilai, UU Otsus Papua sudah tertinggal jauh dengan UU 13 tahun 2012 yang mengatur Keistimewaan Jogjakarta. Dalam UU keistimewaan, alokasi dana yang diberikan pusat kepada Jogja menggunakan sistem yang lebih maju. Di mana dana merujuk pada program yang ingin dicapai pemda Jogja setiap tahunnya

”Jadi dana istimewa lebih berhasil, pertanggung jawabannya baik dan klir,” terangnya. Hal itu, bisa dilakukan di Papua, di mana pemda setiap tahun bisa mengusulkan pendanaan program untuk memenuhi target yang dicanangkan program dana otsus.(far/jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Aksi Curanmor Terbongkar, Pelaku 18 Tahun Ditangkap di Kediaman Mertua

Polisi menangkap pemuda 18 tahun terduga pelaku curanmor di Inhu. Motor korban dicuri saat dini…

19 jam ago

Monyet Liar Kembali Menggigit Warga, Korban di Tembilahan Bertambah Jadi 11 Orang

Teror monyet liar di Tembilahan Hilir, Inhil, semakin meresahkan. Hingga kini 11 warga menjadi korban…

20 jam ago

Tragedi Bocah 9 Tahun Meninggal di Jalan Sontang-Duri, Himarohu Riau: Jangan Tunggu Korban Berikutnya

Meninggalnya bocah 9 tahun setelah terjebak di Jalan Sontang-Duri memicu sorotan. Himarohu Riau mendesak Pemprov…

2 hari ago

Monyet Liar Terus Teror Warga Tembilahan Hilir, 10 Orang Jadi Korban

Korban gigitan monyet liar di Tembilahan Hilir bertambah menjadi 10 orang. Tim gabungan mengintensifkan pencarian…

2 hari ago

Polres Kuansing Gencarkan Pemberantasan PETI, 48 Rakit Dimusnahkan dalam 7 Hari

Polres Kuansing bersama Polda Riau menindak 16 lokasi PETI dan memusnahkan 48 rakit dalam sepekan.…

2 hari ago

Indonesia Juara Umum Piala Dunia Woodball 2026, Raih 4 Emas di Malaysia

Tim woodball Indonesia menjadi juara umum Piala Dunia Woodball 2026 di Malaysia dengan raihan 4…

3 hari ago