Categories: Nasional

Korupsi Disdikbud Meranti Mulai Diperiksa Penyidik

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejumlah pihak yang disinyalir terlibat dugaan korupsi dana bantuan pemerintah (bantah) di Disdikbud Kabupaten Kepulauan Meranti dipastikan tidak bisa tidur nyenyak. Pasalnya, tak lama lagi penyidik Polres Meranti bakal menetapkan tersangka dalam proyek senilai Rp1,05 miliar itu. 

Perkara rasuah itu berawal pada 2018. Saat itu, Disdikbud Kepulauan Meranti menyalurkan dana bantah sebesar Rp7,775 miliar ke 13 SMPN. Namun, yang diusut penegak hukum terhadap penyaluran dana yang diperuntukkan renovasi infrastuktur pendidikan di SMPN 1 Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau. 

Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kepulauan Meranti AKP Ario Damar SH mengakui, pihaknya telah merampung proses pemeriksaan saksi-saksi. Pemeriksan itu kata dia, dalam rangka pengumpulan bahan keterangan dan alat bukti. “Pemeriksaan saksi-saksi sudah rampung,” ujar Ario kepada Riau Pos, Senin (12/8). 

Dengan demikian, maka tahapan selanjutnya sambung Ario, penyidik akan melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka. Namun, hal itu dilaksanakan setelah menerima hasil audit perhitungan kerugian negara (PKN) dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau 

“Hasil PKN dari BPKP Riau, in sya Allah dalam waktu dekat keluar. Setelah itu baru dilaksanakan gelar penetapan tersangka,” papar mantan Panit 1 Unit 4 Subdit 4 Ditreskrimum Polda Riau.

 Ketika disinggung mengenai apakah penyidik telah mengantongi identitas pihak yang bertanggung jawab dalam perkara rasuah tersebut, serta berapa jumlah. Ario belum bersedia men-jawabnya. “Belum bisa kita rilis. Nanti setelah gelar perkara, kita sampaikan,” pungkas Ario.  Untuk diketahui, perkara dugaan korupsi dana bantah di Disdikbud Kepulauan Meranti ditingkatkan stasus ke penyidikan ditandai dengan terbitnya surat perintah penyidikan (sprindik) yang ditandatangani oleh Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Ode Proyek SH. Surat itu diterbitkan pada akhir Mei 2019 lalu. 

 Dalam proses penyelidikan, pe­nyelidik telah melakukan pemeriksaan terhadap puluhan pihak yang disinyalir terlibat dugaan korupsi penyaluran dana Bantah ke SMPN 1 Teluk Belitung, Kecamatan Merbau. Di antaranya, Kepala Disdikbud Meranti Nuriman, Kasi Sapras Pendidikan Dasar Disdikbud Meranti Tabren, Kepala SMPN 1 Teluk Belitung Suratno dan para saksi lainnya. 

Selain SMPN 1 Teluk Belitung. Adapun 12 sekolah lain yang menerima dana Bantah yakni, SMPN 1 Pulau Merbau menerima dana Rp600 juta. Lalu SMPN 3 Merbau sebesar Rp325 juta, SMPN 2 Pulau Merbau menerima Rp550 juta dan SMPN 3 Tasik Putri Ayu Rp950 juta. 

Kemudian, SMPN 2 Tebing Tinggi Rp1,4 miliar, SMPN 1 Rangsang Barat Rp875 juta, dan SMPN 2 Rangsang Barat Rp350 juta. Selanjutnya, SMPN 3 Pulau Merbau Rp550 juta, SMPN 2 Tebin Tinggi barat Rp225 juta, SMPN 3 Rangsang Rp550 juta dan SMPN 3 Tebing Tinggi Rp350 juta. Diduga masih terdapat sejumlah sekolah yang melakukan penyelewe­ngan dana Bantah 2018 tersebut.(rir)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

10 jam ago

Pastikan UMK 2026 Dipatuhi, Pemko Pekanbaru Sidak Hotel dan Rumah Sakit

Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…

2 hari ago

Jelang Riau Pos Fun Bike 2026, Peserta Perorangan Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…

2 hari ago

Tersedak Paku Masuk ke Paru-Paru, RSUD Arifin Achmad Tangani Tanpa Operasi

RSUD Arifin Achmad berhasil menangani kasus langka pasien tersedak paku hingga ke paru-paru tanpa operasi…

2 hari ago

Polisi Bongkar Dugaan TPPO di Bengkalis, 12 Orang Diamankan

Polres Bengkalis menggerebek rumah di Bandar Laksamana yang diduga jadi penampungan PMI ilegal. Empat terduga…

2 hari ago

Belajar Jadi Jurnalis, Puluhan Siswa SMP Global Andalan Kunjungi Redaksi Riau Pos

Puluhan siswa SMP Global Andalan mengikuti outing class ke Riau Pos untuk belajar jurnalistik, mengenal…

2 hari ago