Ketua KPAI, Susanto.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO (GT PP TPPO) sejak 2018 hingga pertengahan tahun 2019 telah menangani kasus 11 orang perempuan yang di-trafficking ke Cina. Kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) disinyalir mengalami pergeseran. Modusnya pun semakin berkembang.
GT PP TPPO yang menangani perdagangan orang ke Cina menemukan modus pengantin pesanan. Ketua KPAI, Susanto mengatakan ada beberapa kasus yang menjadikan target TPPO mulai bergeser. Semula target berada di kota, saat ini pindah ke desa.
â€Para pelaku berpikir bahwa di desa relatif lebih aman untuk melakukan aktivitas TPPO,†ujarnya, kemarin (12/7).
Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memberantas TPPO.
â€Pertama, literasi terkait pencegahan perdagangan orang bagi anak,†katanya.
Di era ini diperlukan literasi digital yang baik. Berdasarkan laporan yang diterima pihak KPAI, kebanyakan kasus terkait perdagangan orang yang berawal dari komunikasi siber seperti media sosial. Maka literasi merupakan hal yang mendasar. Selain itu, harus penanganan terkait kasus berbasis TPPO harus diperhatikan. Korban pun harus mendapatkan rehabilitasi yang tepat.(lyn/jpg)
>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos
Editor: Eko Faizin
Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…
Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…
Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…
Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…
Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…
Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…