Categories: Nasional

Beri Rapor Merah, Mahasiswa Minta Bupati Anggarkan Beasiswa

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Belasan mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kabupaten Kampar menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Kampar pada Rabu (12/2) siang.

Dalam aksinya, mahasiswa mengedepankan momen satu tahun kepemimpinan Catur Sugeng Susanto sebagai Bupati Kampar. Dalam aksinya, lewat orasi dan spanduk, mahasiswa memberikan rapor merah pada kinerja bupati.

Ketua KAMMI Kampar M Ikhwansyah dalam orasi menyampaikan, setidaknya tujuh poin yang memperkuat argumen Catur mendapatkan rapor merah. Salah poin yang mereka tekankan adalah ketidakmampuan Pemkab Kampar menyediakan bantuan beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu.

"APBD Kampar sudah besar. Tahun 2020 sebesar Rp2,5 triliun. Untuk itu kami minta agar Bupati Kampar menganggarkan bantuan beasiswa berprestasi untuk kalangan tidak mampu," sebut Ikhwansyah.

Program beasiswa ini sendiri menurut para pengunjuk rasa merupakan salah satu janji yang pernah dilontarkan dalam kampanye Azis Zaenal-Catur Sugeng Susanto. Hal ini, menurut Ikhwansyah pula, juga sesuai dengan UU Nomor 20/2003 pasal 12.

Selain soal beasiswa, mahasiswa juag menyinggung soal kekosongan kursi Wakil Bupati Kampar. Bahkan mahasiswa membuat spanduk cukup besar bertuliskan 'Bupati Jomblo, Butuh Wakil.' Indikator lain rapor merah bupati ini menurut mahasiswa adalah gagalnya tercapai visi dan misi untuk mewujudkan Kampar Maju dan Sejahtera melalui program 3i.

Mahasiswa juga mengutip data yang menurut mereka dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa 69,32 persen kepala keluarga di Kampar hidup di bawah kemiskinan. Pembangunan yang tidak merata dan lemahnya bupati dalam pemberantasan korupsi juga disebut-sebut mahasiswa menjadi pemicu mereka memberi bupati rapor merah.

Namun sayangnya, aksi pemberian rapor merah tidak terjadi sama sekali. Karena Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto yang ingin mereka temui tak kunjung muncul. Mahasiswa menolak memberikan pengeras suara kepada Staf Ahli Bupati Azwan yang menerima aksi unjuk rasa. "Bupati tidak berada di tempat, sedang dinas di luar daerah," sebut Azwan.(end)

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

4 jam ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

4 jam ago

AI Makin Canggih, Jurnalis Diingatkan Jangan Sampai Kalah dan Kehilangan Fakta

AI membantu kerja jurnalistik, tetapi jurnalis tetap wajib menemukan, memverifikasi, dan mempertanggungjawabkan fakta di tengah…

4 jam ago

Operasional 15 SPPG di Riau Dihentikan, Ini Alasan BGN

BGN menghentikan sementara 129 SPPG, termasuk 15 di Riau, karena belum memiliki Surat Penetapan KPM…

5 jam ago

Eks Kuasa Hukum PT SPRH Dituntut 14 Tahun, Kerugian Negara Capai Rp64,2 Miliar

Mantan kuasa hukum PT SPRH Zulkifli dituntut 14 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI…

9 jam ago

Kabut Asap Kepung Pekanbaru, 21 Puskesmas Kini Disiagakan 24 Jam

Pemko Pekanbaru menyiagakan 21 Puskesmas untuk menangani dampak kabut asap Karhutla dan memastikan pelayanan kesehatan…

9 jam ago