Categories: Nasional

Lalat Kandang Ayam di Muara Takus Dikeluhkan, Ternyata Ilegal

XIII KOTO KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Sejumlah warga Desa Muara Takus mengeluhkan serangan lalat ke pemukiman mereka sepekan terakhir. Kuat dugaan warga, kerumunan lalat tersebut berasal dari kandang ayam yang belakangan diketahui milik Kepala Desa (Kades) mereka sendiri, Helman Sadri.

Pantauan Riau Pos pada Selasa (12/11) siang, lalat itu kemungkinan besar memang berasal dari kandang ayam milik Kades yang tidak terlalu jauh dari pemukiman. Bau khas kotoran ayam menyengat di lokasi kandang yang lumayan luas ini. Begitu lebih dekat, lalat di sekitar kandang berterbangan hampir di seluruh bagian kandang. Namun tidak ada seekor ayampun terlihat di kandang.
Menurut salah seorang pekerja yang ditemui Riau Pos di kandang itu menyebutkan, ayam-ayam itu baru saja dipanen. Kotoran juga tidak terlihat di kandang karena sudah dibersihkan. Namun lalat terus berterbangan dan kelompok-kelompok besar seakan mencari-cari tempat hinggap. Lalat-lalat inilah yang dicurigai warga mendatangi pemukiman mereka.
Masalah lalat ini diakui pemilik kandang itu sendiri, Helman, Kades Muara Takus. Menurutnya, selain baru usai panen sekitar sepekan lalu, kondisi hujan juga menyebabkan kandang banyak lalat. Dirinya mengaku siap mengatasi masalah lalat tersebut apabila ada warga yang datang mengeluhkannya.
’’Lalat itu kan ada obatnya, kalau ada warga yang mengeluh nanti akan dibagikan. Karena kalau siap panen memang banyak lalat. Cuma lalat ini kan sumbernya banyak, bisa dari lintah-lintah sawit padasah lalu orang buat ikan asin juga ada lalat,’’ sebut Helman, siang tadi.
Helman justru mencurigai motif warga yang mengadukan kandang ayamnya. Karena dirinya kembali akan maju pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Muara Takus. Helman mengangap masalah ini sebagai serangan politis terhadap dirinya. Namun ketika disinggung terkait izin karena warga mendadak baru mengeluh saat ini, Kades mengaku kandang itu tidak memiliki izin.
’’Kandang itu sudah satu tahun setengah, memang pada waktu itu izinnya tidak diurus, tidak ada izin memang. Tapi kalau perlu nanti akan diurus,’’ terangnya.
Pada akhir pembicaraan, dirinya mempersilahkan warga melapor kalau ada rumahnya didatangi lalat secara berlebihan. Dirinya akan membagikan obatnya. Hanya saja, menurut pekerja di kandang, belum ada obat lalat itu dibeli obat itu hanya dimiliki perusahaan peternakan ayam.
Laporan Hendrawan
Editor: Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Mantan Dirut PT SPRH Divonis 11 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi PI Rp64,2 Miliar

Mantan Dirut PT SPRH Rahman divonis 11 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI 10…

16 jam ago

Kebakaran Hebat di Jalan Belimbing Pekanbaru, Lima Kios Ludes Dilalap Api

Kebakaran menghanguskan lima kios di Jalan Belimbing, Pekanbaru. Damkar mengerahkan tujuh armada dan berhasil mencegah…

17 jam ago

Rapat Banggar Berujung Kericuhan, Bentrokan Pecah di Gedung DPRD Riau

Kericuhan di DPRD Riau usai rapat Banggar memicu bentrokan dua kubu. Polisi menyelidiki insiden, sementara…

18 jam ago

Polisi Ungkap Temuan Baru Kematian Dokter PPDS di Siak, Dua Jenis Obat Disita dari TKP

Polres Siak menyebut belum ditemukan tanda kekerasan secara kasat mata pada dokter PPDS yang meninggal.…

19 jam ago

Bupati Inhu Dorong UMKM Urus Sertifikat Halal Gratis, OPD Diminta Aktif Dampingi

Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…

2 hari ago

APHI Riau Dorong Pelaku Usaha Hutan Garap Peluang Bisnis Karbon Lewat Aturan Baru

APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…

2 hari ago