PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) — Dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa wisata di Provinsi Riau, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkerja sama dengan perguruan tinggi menggelar Bimbingan Teknis Pendampingan Desa Wisata Regional IA (Sumatera) di Hotel Novotel, Pekanbaru, Kamis (10/9).
Acara ini diikuti sejumlah peserta dari dosen perguruan tinggi, kelompok sadar wisata dan aparatur Desa Koto Sentajo, Kuantan Singingi. Desa Koto Sentajo berada di bawah binaan Universitas Riau. Selain itu ada peserta dari Pokdarwis Desa Koto Masjid, Kampar di bawah binaan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau.
Desa-desa tersebut merupakan dua desa wisata yang akan dipilih untuk menuju 20 Desa Wisata yang didampingi oleh perguruan tinggi dengan kerja sama dengan Kemenparekraf, setelah menyisihkan sekitar 112 peserta perguruan tinggi di Indonesia.
50 peserta terlihat antusias menerima pendampingan terkait sadar wisata era normal baru (CHSE, sapta pesona, dan pelayanan prima) dan pengembangan potensi produk pariwisata (exploring, packaging, presentation).
"Sumber daya manusia bagian penting untuk mengembangkan pariwisata. Saya liat SDM-nya antusias dan serius untuk mengembangkan desanya menjadi desa wisata yang terbaik," ujar Desti Muniarti, Koordinator Pemberdayaan Regional 1 Direktorat Pengembangan SDM Kemenpar RI.(ksm)
KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…
Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…
Polsek Tambang menetapkan NU sebagai tersangka karhutla 15 hektare di Rimbo Panjang setelah penyidik menemukan…
Akses masuk Tol Pekanbaru-Dumai dialihkan ke Pintu Tol Bypass Pekanbaru mulai 28 Agustus 2026 karena…
Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…
Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…