PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) — Dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa wisata di Provinsi Riau, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkerja sama dengan perguruan tinggi menggelar Bimbingan Teknis Pendampingan Desa Wisata Regional IA (Sumatera) di Hotel Novotel, Pekanbaru, Kamis (10/9).
Acara ini diikuti sejumlah peserta dari dosen perguruan tinggi, kelompok sadar wisata dan aparatur Desa Koto Sentajo, Kuantan Singingi. Desa Koto Sentajo berada di bawah binaan Universitas Riau. Selain itu ada peserta dari Pokdarwis Desa Koto Masjid, Kampar di bawah binaan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau.
Desa-desa tersebut merupakan dua desa wisata yang akan dipilih untuk menuju 20 Desa Wisata yang didampingi oleh perguruan tinggi dengan kerja sama dengan Kemenparekraf, setelah menyisihkan sekitar 112 peserta perguruan tinggi di Indonesia.
50 peserta terlihat antusias menerima pendampingan terkait sadar wisata era normal baru (CHSE, sapta pesona, dan pelayanan prima) dan pengembangan potensi produk pariwisata (exploring, packaging, presentation).
"Sumber daya manusia bagian penting untuk mengembangkan pariwisata. Saya liat SDM-nya antusias dan serius untuk mengembangkan desanya menjadi desa wisata yang terbaik," ujar Desti Muniarti, Koordinator Pemberdayaan Regional 1 Direktorat Pengembangan SDM Kemenpar RI.(ksm)
Kampung Terendam di Pekanbaru resmi menjadi Kampung Tangguh Antinarkoba sebagai simbol perang melawan peredaran narkotika.
Perjuangan Daerah Istimewa Riau terus berlanjut setahun setelah deklarasi bersama, dengan dukungan ratusan organisasi masyarakat.
Rohil siapkan aplikasi digital terintegrasi untuk memudahkan wisatawan saat menghadiri perhelatan budaya Bakar Tongkang.
Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…
Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…